KPAI Desak Kepolisian Usut Pembunuhan Guru oleh Murid di Sampang

Husen Miftahudin 02 Februari 2018 21:32 WIB
kekerasan
KPAI Desak Kepolisian Usut Pembunuhan Guru oleh Murid di Sampang
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti. (Foto: MI/Susanto).
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak polisi mengusut tuntas kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh murid kepada gurunya di Sampang, Jawa Timur. Ini lantaran adanya jeda antara peristiwa pemukulan dengan kematian korban.

"Memang harus disidik penyebab kematian ini, apakah karena pukulan atau karena sebab lain yang memicu pemukulan itu. Tapi kan kita harus bersabar menunggu hasil dari pihak yang berwenang," ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti kepada Medcom.id, Jakarta, Jumat 2 Februari 2018.


Namun jika pukulan siswa tersebut sebagai penyebab kematian gurunya, tutur dia, maka hukum harus ditegakkan. Terduga pelaku akan diproses hukum menggunakan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

"Jadi UU ini melindungi anak sebagai pelaku. Maksudnya bahwa anak-anak juga bisa salah dan dia harus diberi kesempatan untuk melindungi diri," papar Retno.

Di sisi lain, Retno menganggap kasus kekerasan yang terjadi di Sampang itu berbeda dengan kekerasan yang acap terjadi di dunia pendidikan. Teguran yang dilakukan guru (korban) kepada terduga pelaku bukanlah penyebab siswa itu melakukan aksi kekerasan.

"Si guru ini memang sama sekali tidak menegur dengan kekerasan. Saya rasa dengan mencoret itu anak ini merasa dipermalukan, tapi bagi kami itu juga bentuk hukuman yang sebenarnya tidak dengan kekerasan," ungkap dia.

Budi Cahyono seorang guru di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura, Jawa Timur, tewas setelah dianiaya muridnya bernisial HI. Aksi kekerasan ini dilakukan HI saat proses belajar mengajar dalam mata pelajaran (mapel) kesenian.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id