Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Medcom.id/Intan Yunelia.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Medcom.id/Intan Yunelia.

Darmin: Jurusan Normatif di SMK Harus Dimerger

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Intan Yunelia • 22 Juli 2019 19:15
Jakarta:Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan saat ini masih banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membuka jurusan-jurusan normatif yang tak terserap di dunia kerja. Dia mengusulkan agar program normatif tersebut digabungkan atau dimerger.
 
“Mestinya dimerger saja. Sehingga kalau normatif tiga macam digabung satu yang penting dapat bekal untuk menghadapi dunia kerja. Sehingga lebih banyak bidang yang benar-benar yang menyangkut ke hal itu (sesuai kebutuhan industri),” kata Darmin saat memberikan Keynote Speech di acara ‘Dies Natalis Program Pendidikan Vokasi UI Ke-11, di Auditorium Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Senin, 22 Juli 2019.
 
Di sisi lain, ia juga mengkritisi surplus jumlah SMK swasta di Indonesia yang signifikan dibandingkan SMK negeri. Padahal, banyak SMK itu justru memilki peserta didik yang sedikit atau minim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita lihat lebih banyak SMK swasta dari pada negeri dan regulator serta pemberian izinnya di pemerintah provinsi. Ada SMK yang punya murid di sekolah itu totalnya 70-80 orang. Jangan-jangan hanya mau memanfaatkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) saja,” ujar Darmin.
 
Baca:Porsi Praktik dan Magang di Politeknik Harus Ditambah
 
Di tengah gencarnya revolusi industri 4.0, justru jurusan administrasi di SMK masih menjadi pilihan favorit hingga saat ini. Padahal pemerintah sudah berencana untuk menguragi lulusan yang berasal dari jurusan sosial.
 
“Paling banyak administrasi perkantoran. Karena paling mudah itu. Jadi mereka memilih itu karena gurunya juga murah. Guru (bidang lian) kita juga kurang sekali sehingga kita pasti harus mengembangkan program besar nasional Training of Trainers (ToT),” papar Darmin.
 
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik merilisTingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2019 tercatat turun menjadi 5,01 persen. Namun, jumlah pengangguran yang kini sebanyak 6,82 juta orang masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
 
Baca:BPS: Lulusan SMK Masih Dominasi Pengangguran di Indonesia
 
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengatakan, tingkat pengangguran terbuka tertinggi pada jenjang pendidikan SMK sebesar 8,63 persen, sedangkan yang terendah dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah sebesar 2,56 persen.
 
"Dilihat dari tingkat pendidikan Februari 2019, TPT untuk SMK masih tertinggi di antara tingkat pendidikan lain," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif