Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman Simandjuntak (kedua dari kanan) usai Wisuda mahasiswa di Jakarta, Medcom.id/Citra Larasati.
Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman Simandjuntak (kedua dari kanan) usai Wisuda mahasiswa di Jakarta, Medcom.id/Citra Larasati.

Lowongan Kerja Masa Kini akan Diambil Alih Robot

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 14 Desember 2018 12:58
Jakarta:Kehadiran era revolusi industri 4.0 akan berdampak pada hilangnya sejumlah lapangan pekerjaan di masa depan. Tidak sedikit lowongan pekerjaan yang ada hari ini akan segera hilang dan diambil alih oleh robot.
 
Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman Simandjuntak mengatakan, dalam menghadapi era disrupsi teknologi tersebut, tuntutan perguruan tinggi akan semakin besar. Tidak lagi hanya menghasilkan lulusan yang menguasai kompetensi konvensional, namun harus dapat beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelegence).
 
"Terutama pekerjaan yang standar dan berulang-ulang, akan tergantikan oleh mesin. Institusi pendidikan sebagai lini terdepan dalam peningkatan kualitas generasi penerus, harus mampu beradaptasi dengan cepat, menyesuaikan dengan keterampilan yang wajib dimiliki di masa depan," kata Djisman di Jakarta, Jumat, 14 desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perguruan tinggi harus mampu membuka diri pada era baru, terutama dalam menyesuaikan kurikulum agar merujuk pada perkembangan zaman. Sebab menurut Djisman, tantangan di masa depan akan semakin kompleks.
 
Baca:Vokasi UI Luncurkan Klinik Digital
 
Ia bahkan memprediksi, lowongan pekerjaan pada masa depan akan sangat berbeda jauh dengan lowongan-lowongan pekerjaan seperti saat ini. Oleh karena itu, perguruan tinggi juga harus berkolaborasi dengan semua pihak, guna menyiapkan lulusan yang mampu menghadapi kompetensi masa depan.
 
"Ke depan kita akan melihat bahwa lowongan yang ada saat ini akan diambil alih mesin. Kita akan berhadapn dengan risiko yang belum kita kenal. Oleh karena itu, perguruan tinggi jangan menutup diri, harus bekerja sama dengan semua pihak," jelas Djisman
 
Djisman mengatakan, hal itu pula yang mendorong Prasetiya Mulya mengangkat tema "Powering Indonesia's Ascent to the Singularity Economy" dalam wisuda yang diikuti 925 mahasiswa beberapa waktu lalu. Tema tersebut diambil untuk mengajak para lulusan, agar dapat bersama-sama mendukung Indonesia menuju economic singularity, dan mampu menghadapi berkembangnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif