Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko. Dok. IG Budiman Sudjatmiko
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko. Dok. IG Budiman Sudjatmiko

Profil dan Rekam Jejak Politik Budiman Sudjatmiko yang Digruduk Mahasiswa Saat Diskusi di UGM

Renatha Swasty • 17 Juni 2026 10:35
Ringkasnya gini..
  • Budiman mengawali pendidikan tingginya di UGM setelah itu melanjutkan studi ke luar negeri.
  • Budiman dikenal sebagai salah satu pendorong utama lahirnya Undang-Undang Desa.
  • Mahasiswa memprotes kedatangan Budiman saat menjadi pembicara di UGM.
Jakarta: Nama Budiman Sudjatmiko mendadak ramai diperbincangkan setelah sebuah diskusi publik di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin, 15 Juni 2026 berakhir ricuh. Diskusi itu juga menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai pembicara.
 
Kericuhan pecah saat Budiman mempersilakan mahasiswa untuk mengkritiknya secara langsung di depan forum. Beberapa mahasiswa langsung maju ke panggung dan membentangkan spanduk bertuliskan ‘Menolak Pengkhianat Reformasi’ dan ‘UGM Menolak Penjilat Rezim’.
 
Suasana semakin tidak terkendali dengan teriakan, saling dorong, hingga pelemparan botol air mineral ke arah panggung. Demi keamanan, Budiman akhirnya dievakuasi melalui pintu samping gedung oleh petugas.

Meski begitu, Budiman menyayangkan jalannya diskusi yang tidak bisa dilanjutkan. “Saya siap berdialog, tapi situasinya tidak memungkinkan,” ungkap Budiman dikutip dari laman Media Indonesia, Selasa, 16 Juni 2026.
 
Padahal, sosok yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) ini bukanlah orang baru di dunia aktivisme dan politik Indonesia. 
 
Perjalanan hidupnya yang panjang, mulai dari penjara era Orde Baru hingga kursi pemerintahan justru membuat insiden malam itu terasa penuh ironi, seorang aktivis pro-demokrasi diusir dari panggung oleh gelombang protes mahasiswa di kampus tempat ia pernah belajar.

Profil Budiman Sudjatmiko

Budiman Sudjatmiko lahir pada 10 Maret 1970 di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Sejak muda, ia sudah terjun ke dunia aktivisme dan dikenal sebagai pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD), partai yang menjadi simbol perlawanan mahasiswa pada era 1990-an.
 
Perjuangannya menentang rezim Orde Baru tidak murah, ia harus merasakan dinginnya jeruji besi akibat aktivitas politiknya. Pengalaman pahit itulah yang justru menjadikannya salah satu figur paling dikenal dalam sejarah gerakan pro-demokrasi Indonesia.
 

Pendidikan hingga Kancah Internasional

Mengutip profil LinkedIn-nya, Budiman mengawali pendidikan tingginya di Universitas Gadjah Mada dengan mengambil jurusan Ekonomi. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke luar negeri dan meraih gelar sarjana Ilmu Politik dari University of London, lalu gelar master Hubungan Internasional dari University of Cambridge.
 
Selain pendidikan formal, ia juga mengikuti berbagai program bergengsi di tingkat internasional, di antaranya Forum Young Leaders yang digelar oleh Friedrich Ebert Stiftung di Berlin pada 2008, serta Program The Fellow Visiting Internasional dari Departemen Hubungan Internasional Amerika Serikat pada 2002.

Warisan di Parlemen, dari UU Desa hingga Bukit Algoritma

Mengutip laman kbr.id, selama menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2009-2019, Budiman dikenal sebagai salah satu pendorong utama lahirnya Undang-Undang Desa. Berkat undang-undang itu, desa-desa di seluruh Indonesia kini mendapatkan alokasi dana desa yang menjadi tulang punggung pembangunan dari tingkat akar rumput.
 
Selain itu, Budiman juga dikenal sebagai politisi yang menaruh perhatian besar pada dunia teknologi. Ia pernah menggagas proyek Bukit Algoritma, sebuah kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan teknologi dan industri 4.0 di Indonesia.

Berpisah dari PDI-P, Merapat ke Prabowo

Melansir laman Media Indonesia, Perjalanan politik Budiman berbelok tajam pada 2023 ketika ia resmi dipecat dari PDI Perjuangan. Pemecatan itu terjadi karena ia secara terbuka mendukung Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024, sebuah langkah yang dianggap melawan garis partai.
 
Setelah Prabowo memenangkan Pilpres, Budiman mendapat kepercayaan besar dengan diangkat sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) pada 2024. Di posisi itu, ia bertugas memimpin upaya nasional dalam menekan angka kemiskinan melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat. (Talitha Islamey)

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA