Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi
Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi

Banda Aceh Jadi Proyek Percontohan Program Sekolah Penggerak

Pendidikan Kebijakan pendidikan Program Pendidikan Merdeka Belajar
Antara • 20 Januari 2021 16:40
Banda Aceh: Banda Aceh menjadi salah satu wilayah yang menjadi proyek percontohan Program Sekolah Penggerak. Wali kota Banda Aceh Aminullah Usman menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait program itu.
 
"Alhamdulillah Banda Aceh terpilih sebagai pilot project program sekolah penggerak oleh Kemendikbud," kata Aminullah Usman di Banda Aceh, Rabu, 20 Januari 2021.
 
Penandatangan nota kesepahaman tersebut dilakukan di pendopo Wali Kota Banda Aceh dan disaksikan oleh Kepala LPMP Aceh Muslihuddin, selaku perwakilan Mendikbud. Kota Banda Aceh terpilih menjadi pilot project dari 110 kabupaten/kota di Indonesia sebagai penerima program sekolah penggerak tahun anggaran 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aminullah mengatakan, seharusnya penandatangan MoU ini dilakukan langsung bersama Mendikbud Nadiem Makarim. Namun, karena masih dalam pandemi covid-19, maka mekanisme penandatanganannya dilakukan terpisah.
 
Aminullah mengatakan, terpilihnya Banda Aceh merupakan sebuah kepercayaan dari pemerintah pusat yang harus terus dipertahankan, terutama dari sisi mutu pendidikan.
 
"Ini merupakan sebuah kepercayaan dan tentunya harus dibayar dengan menjaga kualitas pendidikan," ujarnya.
 
 

Aminullah menyampaikan, program tersebut sejalan dengan visi misi pemerintahannya, yakni prioritas pembangunan difokuskan pada sektor agama, ekonomi dan pendidikan.
 
"Dalam visi misi kita, pendidikan menjadi prioritas karena kota ini juga dikenal sebagai kota referensi pendidikan. Alhamdulillah, dengan ini semakin kuat tekad kita bisa merealisasikan tujuan tersebut," ungkapnya.
 
Aminullah mendukung penuh program sekolah penggerak ini berjalan sukses. Salah satunya, dengan peningkatan dan pemerataan mutu layanan pendidikan, sehingga akan sangat membantu peningkatan sumber daya manusia.
 
Baca: 25 Januari, Nadiem Dijadwalkan Tinjau Sekolah Rusak di Mamuju
 
"Kami menyambut baik program ini, kami pasti mendukung penuh program ini, apa yang menjadi tugas akan kami siapkan, termasuk peningkatan sumber daya guru dan kepala sekolah," ujar Aminullah.
 
Sementara itu, Kepala LPMP Aceh Muslihuddin menyampaikan, dengan terpilihnya Banda Aceh sebagai kota yang menjalankan program sekolah penggerak, maka dukungan anggaran akan dikucurkan dari Kemendikbud hingga tiga tahun ke depan.
 
"Ini project besar Kemendikbud, Banda Aceh akan menerima dukungan anggaran dari selama tiga tahun. Mungkin pemerintah kota bisa mensupport dari sisi yang lain untuk melengkapinya," ucap Muslihuddin.
 
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif