Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur. DOK Kemenag
Direktur PD Pontren Waryono Abdul Ghafur. DOK Kemenag

Kemenag Perkuat Kompetensi Guru Pendidikan Kesetaraan Pesantren Salafiyah

Pendidikan pendidikan pesantren Guru Kemenag Pondok Pesantren
Renatha Swasty • 22 April 2022 17:03
Jakarta: Kementerian Agama memberikan penguatan kompetensi guru atau ustaz/ustazah dan kepala Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Waryono Abdul Ghafur mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan kesetaraan di Pondok Pesantren Salafiyah.
 
Waryono menuturkan ada tiga fokus peningkatan kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi manajerial.
 
“Kami adakan kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kompetensi ustaz di lingkungan pesantren, utamanya pada aspek penyelenggara pendidikan kesetaraan," kata Waryono dikutip dari laman kemenag.go.id, Jumat, 22 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Waryono menyebut kegiatan ini digelar sekaligus untuk menggali informasi terkait permasalahan manajemen pendidikan kesetaraan di pesantren salafiyah. Dia menyebut pesantren mesti selalu meningkatkan kapasitas diri supaya tidak tergilas zaman.
 
"Termasuk kemampuan pedagogis, keterampilan menggunakan IT. Kita ikhtiar. Guru yang hebat akan melahirkan anak-anak yang hebat. Kalau hari ini ada yang tawuran dan tidak rajin ibadah, bisa jadi kita sebagai guru, ustaz, kiai, ilmunya belum nempel ke hati anak anak," ujar dia.
 
Waryono memyebut jangan hanya sekadar transfer pengetahuan. Tapi, mesti menularkan ke masyarakat.
 
"Satu amaliah agar lingkungan baik, ustaz dituntut berdoa mengelilingi pondok, keliling kamar-kamar santri. Energi positifnya akan beda. Keliling area pondok dan kampung,” tutur dia.
 
Sementara itu, terkait kemampuan managerial Waryono mengakui masih ada kelemahan umum di pesantren pada aspek perencanaan. Dia mendorong pesantren dapat membuat perencanaan yang baik.
 
“Jangan menjalankan lembaga tanpa perencanaan, tanpa peta jalan. Buatlah rencana yang realistis. Jangan hanya sebatas rencana,” tegas dia.
 
Waryono juga berharap PKPPS mampu merencanakan, melaksanakan program, dan melakukan evaluasi berkala dan berkelanjutan. Sementara itu, Kasubdit Pendidikan Kesetaraan, Rahmawati, menyampaikan kegiatan ini diikuti ustaz/ustazah pesantren penyelenggara pendidikan kesetaraan provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Acara berlangsung pada 21-22 April 2022.
 
Dia menuturkan kegiatan diselenggarakan untuk memberikan penguatan kompetensi sekaligus berbagi pengalaman masyarakat pesantren penyelenggara pendidikan kesetaraan.
 
Baca: Kemenaker Harap UU Pesantren Permudah Santri Akses Dunia Kerja
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif