SMAN 6 Jakarta. Foto: Medcom.id/Aria Triyudha
SMAN 6 Jakarta. Foto: Medcom.id/Aria Triyudha

Setelah Ditunda, SMAN 6 Jakarta Kembali Jadwalkan PTM Besok

Pendidikan Sekolah covid-19 Pembelajaran Tatap Muka PTM Terbatas
Aria Triyudha • 19 Januari 2022 16:35
Jakarta: Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Jakarta menjadwalkan ulang sekolah akan dibuka kembali untuk pembelajaran tatap muka besok, Kamis, 20 Januari 2022.  Penjadwalan ulang ini dilakukan setelah sebelumnya ditunda, karena masih menunggu hasil tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) lima siswa yang sebelumnya terpapar covid-19. 
 
Wakil Kepala SMA 6 Bidang Humas, Unro mengatakan, bahwa sekolah ditutup sementara selama lima hari sejak Jumat, 14 Januari 2022.  Menurut Unro, pihak Puskesmas hingga Selasa kemarin, 18 Januari 2022, menyatakan hasil tes PCR belum keluar.
 
Pihak SMAN 6 pun enggan mengambil risiko menggelar PTM.  "Sehingga daripada terkatung-katung tidak ada kepastian, kami putuskan hari ini pembelajaran jarak jauh," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan, tes swab PCR sebelumnya dilakukan oleh Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru kepada 82 orang.  Mereka terdiri dari 35 orang siswa kelas I, 41 guru, dan 6 karyawan.  "35 siswa itu berasal dari kelas yang terdapat satu orang siswa positif covid-19," terang Unro saat ditemui di SMAN 6, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu, 19 Januari 2022.
 
Sebelumnya, Kepala SMA 6, Wanito Handoyo mengatakan, kasus covid-19 ditemukan pada seorang siswa kelas I.  Kasus covid-19 tersebut diketahui setelah pihak sekolah menerima informasi dari puskesmas pada Kamis, 13 Januari 2022. 
 
Informasi ini mengenai hasil tes PCR yang menyatakan siswa yang bersangkutan positif covid-19.  "Satu anak dari klaster keluarga, jadi (awalnya) pihak orang tua pada Senin, 10 Januari 2022 minta izin anaknya tidak masuk karena mau tes PCR. Hari Kamis, 13 Januari 2022 terkonfirmasi covid-19, dan dari Puskesmas menghubungi kami," beber Wanito.
 
Baca juga:  SMA Negeri 6 Jakarta Batal Gelar PTM, Ini Sebabnya
 
Ia menyebut, siswa kelas I itu terpapar covid-19 biasa alias bukan varian Omicron.  Wanito menambahkan, penghentian kegiatan di SMA 6 selama lima hari berdasarkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri. 
 
Wanito menegaskan, meski siswa terpapar covid-19 itu bukan tertular di sekolah.  "Walaupun itu dari luar, maka kami tetap melaksanakan meliburkan anak selama lima hari untuk memastikan tidak terjadi klaster di sekolah," imbuh Wanito.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif