Menristekdikti, Mohamad Nasir saat memberi sambutan di Rakornas Pendidikan Antikorupsi 2018, Medcom.id/Intan Yunelia.
Menristekdikti, Mohamad Nasir saat memberi sambutan di Rakornas Pendidikan Antikorupsi 2018, Medcom.id/Intan Yunelia.

Menristekdikti Dorong Sistem E-Budgeting Cegah Potensi Korupsi

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 11 Desember 2018 16:29
Jakarta: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mendorong penerapan sistem e-Budgeting dalam setiap pelaporan dan kegiatan di lingkungan Kemenristekdikti. Hal ini guna terwujudnya transparansi dan mencegah potensi terjadinya praktik korupsi.

“Sistem evaluasi dan monitoring ke depannya untuk diimplementasikan juga e-Budgeting,” kata Nasir dalam sambutannya pada Rakornas Pendidikan Antikorupsi 2018 di Hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa 11 Desember 2018.

Kata Nasir, praktik korupsi terjadi karena kongkalikong antara kedua belah pihak yang berkepentingan dan adanya peluang. E-budgeting meminimalisasi proses penyusunan anggaran dilakukan dengan pertemuan atau tatap muka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



“Sehingga kita menghindari pertemuan antara peyusun dan pengguna supaya tidak terjadi problem,” ujar Nasir. Baca: Pimpinan Perguruan Tinggi Wajib Laporkan LHKPN

Sementara itu, Kemenristekdikti dalam hal ini meminta pedampingan kepada Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dalam kegiatan dan pelaksanaan penggunaan keuangan negara. 

“Sehingga dalam sistemnya pun kami tahu setiap perguruan tinggi di Indonesia harus ada laporan yang terintegrasi,” tutur Nasir.


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi