Para narasumber usai “Talkshow bersama Para Penjaga Negeri” dalam rangka Seminar Kongres XIII Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Kemenristekdikti/humas.
Para narasumber usai “Talkshow bersama Para Penjaga Negeri” dalam rangka Seminar Kongres XIII Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Kemenristekdikti/humas.

IAI Didorong Percepat Program Sertifikasi Profesi

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 13 Desember 2018 08:21
Jakarta: Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti mendorong Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk mempercepat program sertifikasi profesi akuntan. Pasalnya, lulusan program studi akuntansi harus dibekali sertifikat keahlian agar kompetitif dan semakin mudah menembus industri.
 
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, lulusan akuntansi saat ini tidak bisa hanya mengandalkan ijazah saja, namun harus dibekali dengan sertifikat keahlian yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan industri. "Ini untuk menentukan lulusan pada kemampuan terbaiknya, demi membangun ekosistem yang lebih akuntabel dan goal oriented," kata Nasir saat menjadi narasumber pada “Talkshow bersama Para Penjaga Negeri” dalam rangka Seminar Kongres XIII Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018.
 
Kehadiran Revolusi Industri 4.0 membawa perubahaan pada penyesuaian pekerjaan pada manusia, mesin, teknologi dan proses di berbagai bidang profesi, termasuk profesi akuntan. Revolusi Industri juga menuntut profesi akuntan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi dan big data.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Revolusi Industri 4.0 membawa pergeseran yang luar biasa pada berbagai bidang ilmu dan profesi," kata Nasir.
 
Oleh karena itu cara kerja dan praktik akuntan perlu diubah untuk meningkatkan kualitas layanan dan ekspansi global, melalui komunikasi daring dan penggunaan cloud computing.
 
Baca;KPK Dorong Pendidikan Antikorupsi Lebih Konkrit
 
Menristekdikti berpesan, agar para akuntan di era digital tidak boleh memandang sebelah mata dampak dari teknologi, dan perlu menguasai data nonkeuangan seperti data analisis, information technology development, dan leadership skills. Ia mengungkapkan penggunaan big data dan cloud computing dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pekerjaan akuntan, dan saat ini sudah banyak perusahaan yang mengengembangkan teknologi ini (big data dan cloud computing).
 
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo dalam kesempatan yang sama menerangkan, tantangan akuntan profesional saat ini adalah bagaimana menjaga akuntabilitas dengan model bisnis dalam perkembangan teknologi dan inovasi yang semakin kompleks. Hal itu membuat banyak risiko belum dapat dipetakan.
 
Menurutnya pengukuran aset konvensional akan bergeser ke arah pengukuran aset tak berwujud seiring dengan perkembangan teknologi dan inovasi. “Peranan akuntan profesional mengurai complexity dengan memberi solusi dengan independensi dan kecintaan pada negeri menjadi clarity dalam rangka memberikan kontribusi untuk mewujudkan prosperous society,” ujar Mardiasmo.
 
Maka dari itu ia menyatakan, akuntan harus profesional dengan meningkatkan keahlian (mastering skills), wawasan dan terbuka terhadap perubahan serta mempertahankan nilai dan etika yang baik untuk berkontribusi. Ia menyebutkan, pengkinian ilmu harus dilakukan untuk meminimalkan ketidakpastian yang akan terjadi karena perbedaan kecepatan perubahan.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif