Seorang anak menemani ibunya saat menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) Moskow, Minggu (14/4), MI/Panca Syurkani.
Seorang anak menemani ibunya saat menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) Moskow, Minggu (14/4), MI/Panca Syurkani.

UGM Ajak Masyarakat Wujudkan Pemilu Jurdil dan Damai

Pendidikan pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Intan Yunelia • 16 April 2019 16:24
Jakarta: Penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) tinggal satu hari lagi. Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan seruan moral untuk penyelenggaraan Pemilu agar berlangsung jujur, adil dan damai.
 
"Pemilu yang berjalan jujur dan adil akan menghasilkan pemerintahan yang memiliki legitimasi kuat di mata rakyat," Rektor UGM, Panut Mulyono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta,, Selasa, 16 April 2019.
 
Ia melanjutkan, Pemilu merupakan sebuah proses penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu Pemilu harus diletakkan dalam konteks pelaksanaan demokrasi guna mewujudkan kesejahteraan, adil dan makmur bagi masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Menteri Nasir Bakal Nyoblos di Semarang
 
Tak hanya itu, untuk mencapai kemenangan dalam pemilu setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam memilih kandidatnya masing-masing. Tentu Pemilu tak boleh dilakukan dengan cara-cara yang tidak jujur, agar tak mengorbankan keutuhan bangsa Indonesia.
 
"Kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk berpolitik dan berdemokrasi secara bermartabat, menjaga proses Pemilu agar berjalan secara jujur, adil, dan damai," ujarnya.
 
Panut menuturkan, beberapa hal penting bagi masyarakat dalam pelaksanaan Pemilu di antaranya untuk secara aktif melakukan pencegahan politik uang, turut membatasi beredarnya informasi bohong (hoaks) yang bisa mendistorsi pandangan publik. Serta memastikan bahwa semua pemilih bisa memberikan hak suaranya secara aman tanpa intimidasi dalam bentuk apapun baik langsung maupun tidak langsung.
 
Sementara itu, masyarakat juga didorong untuk secara aktif menggunakan hak pilih sebagai ekspresi kedaulatan rakyat, mengawal tegaknya netralitas penyelenggara pemilu (KPU dan BAWASLU), Aparatur Sipil Negara (ASN), Kepolisian RI (Polri), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pun juga mengawasi proses pemungutan suara, menghormati hasilnya, serta menggunakan cara-cara yang sepenuhnya konstitusional jika ada keberatan atas hasil pemilu.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif