Kampus UI. Dok Humas UI.
Kampus UI. Dok Humas UI.

Dinilai Fitnah UI, Sivitas Akademika Desak Rektor Perkarakan Kader PKS

Pendidikan Pendidikan Tinggi Penerimaan Mahasiswa Baru
Arga sumantri • 21 September 2020 14:05

Menurut para sivitas akademika UI, istilah kekerasan seksual digunakan dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi (UU Pornografi) dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU Penghapusan KDRT).
 
Penjelasan Pasal 4 ayat 1 UU Pornografi menegaskan bahwa yang dimaksud dengan kekerasan seksual antara lain persenggamaan yang didahului dengan tindakan kekerasan (penganiayaan) atau mencabuli dengan paksaan atau pemerkosaan. Paksaan berarti tanpa persetujuan.
 
Sementara, Pasal 8 juncto Pasal 5 huruf c UU Penghapusan KDRT mengatur bahwa kekerasan seksual merupakan salah satu bentuk kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangga, mencakup; pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketentuan ini dianggap menegaskan kekerasan seksual sebagai pemaksaan hubungan seksual dengan cara tidak wajar, yang artinya hubungan seksual tanpa persetujuan. Alhasil, kekerasan seksual yang Universitas Indonesia ajarkan pada hakikatnya menguraikan apa yang diatur dalam UU Pornografi dan UU Penghapusan KDRT.
 
"Tidak ada hal yang tidak patut yang diajarkan oleh Universitas Indonesia kepada para mahasiswa baru," ungkapnya.
 
Sebagai perwujudan Tridarma Perguruan Tinggi, UI dinilai sudah sepatutnya tidak membiarkan penyebar-luasan opini yang menyesatkan masyarakat ini terjadi. UI harus selalu bertindak dan bekerja mencerdaskan bangsa.

 
Halaman Selanjutnya
"Kami percaya bahwa Pak Rektor…
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif