Ilustrasi PSBB/Medcom.id/Zaenal.
Ilustrasi PSBB/Medcom.id/Zaenal.

Pakar UI: New Normal Jangan Mengandalkan Aparat

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 23 Mei 2020 19:04
Jakarta: Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyebut pemerintah harus mengubah strategi penerapan protokol kesehatan dalam keadaan normal baru di tengah pandemi virus korona (covid-19). Penerapan protokol kesehatan tak bisa lagi mengandalkan aparat.
 
"Tidak mungkin sebanyak-banyaknya polisi, satpol PP, tidak mungkin mengawasi seluruh Jakarta yang luas," kata Riono kepada Medcom.id, Sabtu, 23 Mei 2020.
 
Pandu mengatakan, pemerintah bisa melakukan sosialisasi mulai di tingkat komunitas, atau masyarakat yang paling bawah. Sosialisasi dengan masif diyakini bisa efektif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pandu mengatakan, berkaca pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, pemerintah terlalu mengandalkan aparat. Menerapkan kesadaran pentingnya berada di rumah dan menaati protokol kesehatan melalui pendekatan masyarakat masih minim.
 
"Perlu berbasis komunitas, semua orang harus bertanggung jawab," ujarnya.
 
Baca:Unpad Berbagi Tips Tetap Bahagia Meski Tak Mudik Lebaran
 
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) ini menjelaskan masyarakat sejatinya mempunyai kecerdasan yang beragam dalam merespons situasi. Makanya, pemerintah juga perlu melakukan pendekatan yang berbeda-beda.
 
"Pemerintah merasa terlalu pinter karena berkuasa, masyarakat dianggap bodoh padahal masyarakat mempunyai kecerdasan yang unik, dan mempunyai social capital yang luar biasa," tegasnya.
 
Pemerintah disarankan melakukan komunikasi lebih intensif dengan masyarakat. Bisa melalui saluran tradisional maupun modern, atau mengajak kolaborasi tokoh masyarakat untuk melakukan edukasi, protokol-protokol new normal.
 
"Memanfaatkan tokoh masyarakyat orang orang berpengaruh untuk melakukan edukasi semua lapisan masyarakat," ungkapnya.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif