Pesantren di Serpong. Foto:  MI/Galih Pradipta
Pesantren di Serpong. Foto: MI/Galih Pradipta

Santri Kembali ke Pesantren, Begini Protokol Kesehatannya

Pendidikan pesantren Virus Korona Kenormalan Baru
Ilham Pratama Putra • 28 Mei 2020 12:00
Jakarta: Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan protokol kesehatan bagi santri yang akan kembali ke pondok pesantren. Hal ini sebagai langkah kenormalan baru (new normal) bagi para santri.
 
"Persiapan dari rumah ada beberapa tahap sebelum sampai ke pondok. Pertama santri harus memastikan fisik dalam kondisi sehat," kata Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi Islam, Kemenag Kamarudin Amin, dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Kamaruddin juga menyampaikan, jika santri harus membawa peralatan makan dan minum sendiri dari rumah. Berbagai vitamin dan alat pelindung berupa masker dan sanitizer juga harus dibawa santri dari rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sajadah juga upayakan bawa sendiri. Di perjalanan juga, kami sarankan menggunakan kendaraan pribadi. Nantinya pengantar juga diminta untuk tidak masuk hingga asrama," ujar Kamaruddin.
 
Baca juga:Orang Tua Diimbau Tunda Jenguk Anak di Pesantren
 
Begitu juga ketika sampai di pondok pesantren, santri kembali harus menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau pun rapid test. Selama belum keluar hasil negatif, santri diminta melakukan isolasi mandiri pada tempat yang disediakan pondok pesantren.
 
"Selebihnya tidak bersalaman, menjaga jarak saat berinteraksi termasuk saat salat," lanjutnya.
 
Selama aktivitas di pesantren pun santri diingatkan untuk selalu menggunakan masker, sering cuci tangan pakai sabun dan selalu menyiapkan hand sanitizer. Vitamin yang dibawa dari rumah harus dikonsumsi rutin untuk menjaga imunitas tubuh.
 
"Yang paling penting tidak keluar lingkungan pondok, kecuali untuk kepentingan khusus dengan persetujuan pengasuh. Pun wali santri atau keluarga sejak pengantaran tidak boleh menjenguk ketika tidak terpaksa," lanjut Kamarudin.
 
Kepada pihak pondok pesantren, Kamarudin berharap ada bilik perawatan yang baik untuk santri selama di pondok. Hal ini untuk penanganan awal saat ditemukan santri yang sakit.
 
"Santri yang sakit harus segera diisolasi untuk dirawat di kamar khusus atau klinik Pesantren. Apabila perlu penanganan dokter dilakukan konsultasi dengan walisantri," pungkas Kamarudin.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif