Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad. Foto:  Medcom.id/Citra Larasati
Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Kemendikbud Undur Pengumuman Protokol Pembukaan Sekolah

Pendidikan sekolah Kenormalan Baru
Ilham Pratama Putra • 05 Juni 2020 12:14
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih mengkaji mekanisme atau protokol pembukaan sekolah kembali. Semula akan diumumkan minggu ini, Kemendikbud meminta perpanjangan waktu hingga pekan depan.
 
"Tampaknya keputusan tentang pembukaan sekolah ini masih mundur lagi," kata Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Hamid Muhammad, kepada Medcom.id, Jumat, 5 Juni 2020.
 
Hamid menyebut, pengambilan keputusan itu masih memerlukan koordinasi dengan instansi terkait, seperti Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan. Dia menargetkan, keputusan bisa disampaikan selambat-lambatnya pekan depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semoga selambat-lambatnya bisa terbit minggu depan. Semoga minggu depan sudah terbit," lanjutnya.
 
Baca juga:Nadiem Umumkan Teknis Pembukaan Aktivitas Sekolah Pekan Depan
 
Untuk sementara waktu, dia menyebut kemungkinan dibukanya sekolah hanya untuk wilayah dengan status zona hijau. Sementara zona kuning dan merah akan tetap melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
 
Lebih lanjut, Hamid meminta seluruh Dinas Pendidikan (Disdik) dan satuan pendidikan untuk bersabar. Pihaknya akan memberikan keputusan tentang protokol pembukaan sekolah termasuk detail aturannya di minggu depan.
 
"Jadi ditunggu saja keputusan dari Kemendikbud. Aturannya yang detail juga nanti akan kami susun," terangnya.
 
Baca juga:FSGI Tagih Janji Kemendikbud Soal Keputusan Membuka Sekolah
 
Salah satu Disdik yang sudah mencoba memberikan skenario pembukaan sekolah ialah Jawa Barat. Pembukaan sekolah dilakukan secara bertahap.
 
"Pada dua bulan pertama merupakan masa transisi. Kondisi kelas maksimal 15 siswa perkelas dengan wajib physical distancing 1,5 meter," ujar Kepala Disdik Jawa Barat, Dewi Sartika dalam Konferensi Video, Rabu 3 Juni 2020.
 
Selain itu, penggunaan masker di lingkungan pendidikan merupakan hal wajib. Batas usia pengajar juga harus menjadi perhatian.
 
"Tenaga pengajar tidak boleh di atas 45 tahun. Kondisi medis seluruh warga sekolah baik itu diri sendiri atau keluarga serumah tidak memiliki gejala dan tidak rentan virus," lanjut Dewi.
 
Kantin, kegiatan olahraga, dan ekstrakurikuler ditiadakan. "Jadi selain kegiatan belajar mengajar di kelas masing-masing tidak diperbolehkan," terangnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif