Forum MWA 11 PTNBH.  Foto: Unhas
Forum MWA 11 PTNBH. Foto: Unhas

Merespons 'Kampus Merdeka' 11 PTNBH Berembuk di Unhas

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Kampus Merdeka
Muhammad Syahrul Ramadhan • 13 Februari 2020 13:37
Jakarta: Sebanyak 11 perwakilan Majelis Wali Amanat (WMA) Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH) menggelar Forum Majelis Wali Amanat di Universitas Hasanuddin, Makasar. Pertemuan kali ini untuk membahas isu-isu strategis terkait otonomi pendidikan tinggi, khususnya yang menjadi mandat PTNBH sekaligus merespons kebijakan Kampus Merdeka.
 
Rektor Unhas, Dwia Aries Tina Pulubuhu mengungkapkan, bahwa pemikiran, ide dan dukungan MWA sangat dibutuhkan pengelola universitas. Beliau juga menuturkan saat ini tantangan PTNBH semakin kompleks dan membutuhkan komitmen serta sinergi sekaligus fasilitas yang kuat.
 
Selain itu, forum MWA juga harus merapatkan barisan untuk merespons program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim yakni Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dengan kebijakan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar, maka kami pengelola universitas dituntut untuk mencari titik temu agar bisa menyesuaikan dengan peraturan baru tersebut," terang Dwia, dikutip dari laman Unhas, Kamis, 13 Februari 2020.
 
Sementara itu, kata Dwia, PTNBH juga memiliki kendala keterbatasan anggaran. Namun di waktu yang bersamaan PTNBH juga dituntut meningkatkan prestasinya dalam World Class University, penelitian, dan publikasi yang menjadi pemantik proses akademik.
 
"Sementara peneliti kita juga masih disibukkan dengan administrasi laporan ketimbang laporan substansi,” jelas Dwia.
 
Ketua MWA Universitas Hasanuddin, Syafruddin yang juga menjadi tuan rumah Forum MWA ini menyampaikan, saat ini perguruan tinggi dituntut meningkatkan daya saingnya untuk mencapai World Class University (WCU). Ini merupakan langkah yang harus ditempuh untuk mendorong peningkatan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.
 
“Indonesia kini berada di peringkat ke-77 dari 119 negara dalam Global Talent Competitiveness Index. Untuk perbaikan indeks ini, perguruan tinggi harus terus meningkatkan daya saing dalam menciptakan generasi unggul. Meningkatan daya saing perguruan tinggi menuju world class university sebagai back bones keilmuan melalui riset dan kajian di universitas,” kata Syafruddin.
 
Syafruddin menambahkan, untuk menuju World Class University tersebut, kampus dalam negeri perlu melakukan transfer of knowledge dalam melahirkan best practice atau praktik baik, melalui program double degree. Ia pun menyebut kampus sudah menginisiasi kerja sama double degree untuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang lebih unggul.
 
Sebelas PTNBH tersebut antara lain, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sumatera Utara (USU), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif