Tokoh Pendidikan deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Foto: Istimewa
Tokoh Pendidikan deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Foto: Istimewa

Deklarasi Dukung Anies Baswedan Capres 2024, Tokoh Pendidikan: Kami Bukan Bayaran

Citra Larasati • 04 Desember 2022 17:28
Jakarta,  Laskar  Angkatan Muda Anies Baswedan (Laskar Aman) yang terdiri dari para tokoh pendidikan dan tokoh lintas agama deklarasi dukung mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan maju sebagai calon presiden 2024.  Deklarasi dukung Anies Baswedan ini berlangsung di Sofyan Hotel, Jakarta, Minggu, 4 November 2022.
 
Relawan Laskar AMAN ini terdiri dari tokoh-tokoh seperti Ahmad Rizali sebagai Dewan Pakar, Ervanus Tou sebagai Ketua, Indra Charismiadji selaku juru bicara (jubir), dan insan pendidikan serta tokoh lintas agama lainnya.  Indra Charismiadji, yang juga dikenal sebagai tokoh pendidikan Indonesia mengatakan, deklarasi  tersebut  sebagai bentuk dukungan masyarakat lintas agama dan tokoh pendidikan terhadap Anies Baswedan yang dinilai berpotensi sebagai calon presiden. 
 
Indra menuturkan, relawan Laskar Aman ini merupakan organik dan bukan bayaran. Dukungan kepada Anies Baswedan sebagai bentuk kecintaan pada Ibu Pertiwi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Relawan Laskar Aman menilai Anies Baswedan merupakan sosok yang tepat menjadi presiden untuk semua agama dan semua warga Indonesia. Hal ini telah terbukti selama lima tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta.  
 
“Kami menilai Pak Anies ini, bisa menjadi presiden untuk semua. Kami sedih melihat bangsa ini dibodohi, dipecah-belahkan walaupun sudah merdeka  puluhan tahun," kata Indra. 
 
Ia menegaskan, hadirnya relawan Laskar Aman ingin menjadikan Indonesia negara aman dan bebas dari isu negara khilafah ataupun adanya upaya islamisasi ataupun kristenisasi yang selalu digulirkan dan menyebabkan kelompok tertentu mendapat perlakukan berbeda dan terintimidasi. 
 
"Pada dasarnya kami sudah muak dengan narasi perpecahan dengan politik dengan jargon aku Pancasila dan kamu khilafah. Padahal mereka ini saudara-saudara kita juga, sementara mereka mempunyai pandangan berbeda mungkin enggak seperti yang digembar gemborkan," tutur Indra. 
 
Dikatakan Indra, Anies yang selalu dikaitkan dengan kelompok intoleran tidak terbukti selama 5 tahun menjabat Gubernur DKI Jakarta.  "Ketakutan yang disebarkan selama ini bahwa Jakarta akan menjadi provinsi syariah atau pengusung negara khilafah tidak terbukti. Bahkan, Anies melakukan berbagai macam terobosan memberikan rasa aman dan kebebasan untuk semua agama," ujarnya.
 
Indra menuturkan, selama Jakarta dipimpin oleh Anies Baswedan, izin pendirian rumah ibadah yang sulit didapat dan telah menunggu puluhan tahun dikeluarkan. Selain memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada masa kepemimpinan Anies Baswedan menyalurkan bantuan sosial melalui dana hibah Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) untuk semua agama. 
 
"Jadi apa yang ditakutkan tidak terjadi. Tingkat kohesifitas alias tidak ada polarisasi sangat tinggi sekali, ini kajiannya dari Nanyang Technical University Singapura lho, bukan abal-abal dan pembangunan rumah ibadah semua yang selama ini kesulitan mendapatkan IMB-nya, tetapi  selama Anies menjabat sebagai gubernur justru terjadi. Berarti narasi intoleran dan radikal kepada sosok Anies. Itu-kan pembodohan bangsa," ucapnya.
 
Situasi bangsa yang diwarnai oleh isu yang memperkeruh persaudaraan sesama anak bangsa, kata Indra, menjadi pertimbangan para tokoh lintas agama dan tokoh pendidikan bergerak menjadi relawan Laskar AMAN  guna mencerdaskan anak bangsa. 
 
"Jadi kami tokoh-tokoh pendidikan dan lintas agama mempunyai cita-cita mencerdaskan bangsa, jangan dipecah belahkan terus karena dari zaman Belanda, kelemahan kita ini mudah diadu domba. Dan politik devide et impera ini selalu sukses dipakai karena faktanya bangsa belum cerdas. Dan yang paling saya takutkan adalah jangan-jangan memang bangsa ini sengaja dibuat bodoh. Ini yang membuat kami harus turun tangan," terang Indra.
 
Sejumlah relawan ini mendukung Anies Baswedan karena justru capres dari Partai NasDem ini memiliki langkah  berbeda, yakni merangkul  semua kelompok dan golongan untuk mempersatukan bangsa.
 
"Anies memang memiliki komitmen untuk merawat tenun kebangsaan dan itu sudah ditunjukkan di Jakarta. Tantangan kami memang bagaiman mencerdaskan bangsa ini agar mampu berpikir kritis dan benar-benar menjiwai kebhineka-tunggal-ikaan," paparnya. 
 
Indra mengajak semua pihak untuk bersaing secara sehat dengan beradu ide dan bukan menggunakan politik identitas. Relawan Laskar Anies yang terdiri dari tokoh pendidikan dan lintas agama merupakan komunitas yang mencerdaskan dan mempersatukan bangsa. 
 
Dikatakan Indra, relawan Laskar Aman tidak akan pernah memaksa atau membenci siapapun yang berbeda pandangan politik. Kendati begitu, relawan Laskar Aman mengajak semua pihak meski berbeda pandangan politik untuk bersama-sama membangun Indonesia dengan penuh persaudaraan. 
 
"Bantu kami untuk membangun Indonesia, jadi silakan Anda mendukung diterima tetapi yang berbeda  pandangan politik dengan kami jangan musuhi kami. Tetapi anggaplah tetap bersaudara yang ibaratnya lagi balapan sepeda, siapa saja bisa menang tapi tidak perlu membenci kan.  Kita tidak memusuhi dan kita menganggap semua sama harkat dan martabatnya," ucapnya.
 
"Saya ini Nasrani, ajaran gereja itu cinta kasih. Jadi ada orang yang mendorong  narasi untuk memusuhi justru  bertentangan dengan ajaran gereja.  Jadi enggak memaksa mereka untuk ikut seperti kami menjadi Laskar Aman, tetapi tetap saudara sebangsa dan se-Tanah Air," pungkasnya.
Baca juga: Teriakan Presidenku, Warga Padang Rela Hujan-Hujanan Sambut Anies Baswedan


 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif