Menristekdikti: Revolusi Industri 4.0 Bakal Buat Kampus Jadi Museum
Ilustrasi mahasiswa mengikuti pembelajaran daring. (Medcom.id/Gregorius Yohandi).
Jakarta: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyebut revolusi industri 4.0 bakal mengubah tata kelola dan sistem pendidikan di Indonesia. Bahkan ke depan, sekolah serta kampus-kampus bakal jadi museum.

"Sekolah-sekolah barangkali ke depan tidak akan nampak (fisik). Kampus-kampus ke depan di Indonesia barangkali akan jadi museum karena semua berarah pada teknologi informasi," ujar Nasir dalam konferensi Learning Innovation Summit 2018 di Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Maret 2018.


Maka, lanjutnya, revolusi industri 4.0 menuntut dunia pendidikan untuk berinovasi. Salah satunya aplikasi Ruangguru karena menciptakan aplikasi yang menyediakan konten dan layanan pendidikan berbasis teknologi.

"Saya sangat mengapreasiasi setinggi-tingginya kepada Ruangguru yang telah menginovasi di dalam sistem pendidikan yang sangat luar biasa melalui sistem pembelajaran daring yang member-nya sudah tujuh juta lebih. Ini satu pergerakan yang luar biasa," ungkapnya.

(Baca juga: Learning Innovation Summit 2018 Tingkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan)

Inovasi di bidang pendidikan diyakini mampu meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi Indonesia yang saat ini bertengger di angka 31,5%. Capaian APK perguruan tinggi Indonesia tertinggal jika dibandingkan Malaysia (37,2%), Thailand (51,2%), dan Korea Selatan (92,8%).

"Korea Selatan dahsyat karena APK-nya 92,8 persen. Artinya hampir semua anak yang berusia 18-23 tahun di Korea Selatan mengenyam pendidikan tinggi," jelas Nasir.

(Baca juga: Pembelajaran Daring Menuntut Mahasiswa Proaktif)

Sebagai negara kepulauan, menyetarakan kualitas pendidikan antardaerah di Indonesia dianggap pekerjaan berat. Karena selain membangun infrastruktur pendidikan, pemerintah juga harus menyeimbangkan sistem pembelajaran yang sama satu dengan lainnya.

"Tapi dengan adanya perkembangan teknologi informasi ini, harapan kami juga bergerak sejalan dengan revolusi industri 4.0. Ke depan kami akan lakukan kuliah daring. Ada beberapa negara yang sudah menghubungi saya yaitu dari UCLA-University of California Los Angeles, Cambridge University, Imperial College London, serta Melbourne University untuk mengembangkan pendidikan online learning," kata Nasir.



(HUS)