Tahun Ini, Tiga Mata Pelajaran Diujikan di USBN SD

Husen Miftahudin 10 Januari 2018 19:57 WIB
pendidikan
Tahun Ini, Tiga Mata Pelajaran Diujikan di USBN SD
Kepala Balitbang Kemendikbud Totok Suprayitno di Jakarta, Rabu, 10 Jnauari 2018, Medcom.id - Husen Miftahudin
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk menerapkan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) Sederajat. Pada Tahun Ajaran 2016/2017, ujian akhir satuan pendidikan pada jenjang SD Sederajat menggunakan istilah Ujian Sekolah/Madrasah (US/M).
 
USBN untuk tingkat SD tersebut mulai diberlakukan pada Tahun Ajaran (TA) 2017/2018. USBN SD ditetapkan hanya tiga (3) mata pelajaran yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
 
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno menjelaskan, sekitar 90 persen porsi soal USBN SD Sederajat menggunakan pilihan ganda dan sekitar 10 persen esai. Kondisi ini berbeda dibanding US/M yang sepenuhnya menggunakan pilihan ganda.
 
"Kalau pilihan ganda umumnya saya kira kurang baik atau kurang sehat. Karena kalau pilihan ganda itu setiap saat terjadi kegiatan spekulatif, tidak terjadi anak untuk bisa berargumentasi dan menjelaskan. Esai juga sangat bagus untuk meningkatkan kompetensi anak," jelas Totok di Kemendikbud, Jakarta, Rabu, 10 Oktober 2018.
 
Totok melanjutkan, sekitar 20-25 persen soal USBN disiapkan oleh pusat sebagai anchor (soal-soal utama). Sedangkan 75-80 persen soal disiapkan oleh guru sekolah dan dikonsolidasikan di Kelompok Kerja Guru (KKG).
 
Aspek penyiapan naskah soal di US/M hampir serupa dengan USBN. Namun yang membedakannya adalah 75 persen naskah soal yang disiapkan oleh guru itu dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama.
 
"Jadi vocal point pembedanya ada pada poin perakitan soal. Karena USBN SD itu soalnya bisa dirakit di KKG atau di masing-masing sekolah sedangkan US/M dirakitnya di Dinas Provinsi dan Kantor Wilayah Kemenag," paparnya.
 
USBN merupakan ujian akhir untuk mengukur tingkat keberhasilan belajar peserta didik selama menempuh pendidikan. USBN layaknya Ujian Sekolah (US) yang digunakan sekolah untuk menentukan kelulusan sehingga mereka bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.
 
Pada TA 2017/2018, US tingkat SD Sederajat tidak mengalami perubahan. Mata pelajaran yang diujikan pun masih sama, yakni Pendidikan Agama, PPKN, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Keterampilan, serta Penjaskes dan Olah Raga. 
 
Begitu pun halnya pada penyiapan soal ujian yang tak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh soal ujian US untuk SD disiapkan oleh masing-masing sekolah.
 
Pada intinya, USBN serupa dengan US. Hanya saja USBN berstandar nasional sedangkan US berstandar satuan pendidikan (sekolah).
 
Di Program Paket A/Ula juga tidak mengalami perbedaan antara TA 2017/2018 dengan tahun sebelumnya. Konsep US/M dan USBN untuk Program Paket A/Ula sama, yakni menguji lima mata pelajaran yang terdiri dari Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, dan PKn.
 
Pun halnya pada US di Program Paket A/Ula. Mata pelajaran yang diujikan untuk tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, yakni Pendidikan Agama, Seni Budaya dan Keterampilan, serta Penjaskes dan Olah Raga.
 
USBN tingkat satuan SD Sederajat menjadi perhatian. Pasalnya, USBN tersebut mewacanakan delapan mata pelajaran yang diujikan. Kedelapan mata pelajaran tersebut adalah Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, IPS, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya dan Keterampilan, Penjaskes dan Olah Raga, serta Pendidikan Agama.




(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id