Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.

KPAI: Banyak Kasus Kekerasan Terjadi di Sekolah

Pendidikan kekerasan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 21 Juli 2019 02:30
Jakarta: Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyatri mengatakan sekolah belum sepenuhnya aman dari kekerasan fisik maupun seksual.
 
"Faktanya, sekolah menjadi tempat terjadinya kekerasan seksual," kata Retno dalam diskusi 'PR Pendidikan di Hari Anak' Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 Juli 2019.
 
Pada paruh semester pertama 2019 KPAI mencatat 13 kasus kekerasan seksual terjadi. Terbanyak pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dengan sembilan kasus dan sisanya usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Korban juga tidak hanya dari anak perempuan, tetapi juga laki-laki. Sebanyak empat kasus merupakan anak laki-laki yang menjadi korban kekerasan seksual, dan sisanya siswi perempuan.
 
Sementara untuk pelaku kekerasan pada anak di sekolah yakni kepala sekolah dan guru. Guru olahraga dan guru agama menjadi paling banyak menjadi pelaku kekerasan seksual.
 
Selain kekerasan seksual, Retno mengatakan sekolah masih menjadi tempat kekerasan fisik. KPAI sangat memerhatikan hal ini karena kekerasan terus terjadi di lingkungan sekolah.
 
Retno menyebutkan fakta 84 persen siswa pernah mengalami kekerasan di sekolah. Artinya delapan dari 10 siswa pernah mengalami kekerasan.
 
"45 persen siswa laki-laki mengatakan guru atau petugas sekolah merupakan pelaku kekerasan. Terus 55 persen siapa? ternyata sesama murid, sesama murid lebih tinggi," tutur dia.
 
Ia juga mengungkapkan untuk siswi perempuan, kekerasan antarteman sebaya lebih tinggi yakni mencapai 78 persen.
 
"22 persen guru petugas sekolah pelaku kekerasan, lainnya 78 persen siapa? ternyata pada lingkungan anak-anak perempuan pelaku justru teman sebaya jadi perempuan lebih sadis," ucap Retno.
 
Selain kekerasan dalam bentuk fisik, Retno menyebut terjadi juga kekerasan dalam bentuk psikis misalnya diberlakukan tidak adil. Ada juga yang berbasis suku, ras dan agama (SARA).

 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif