Mendikbud, Nadiem Makarim saat memberikan sambutan di Pelantikan Rektor UI 2019-2024. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Mendikbud, Nadiem Makarim saat memberikan sambutan di Pelantikan Rektor UI 2019-2024. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Nadiem Bakal Sederhanakan Regulasi di Pendidikan Tinggi

Pendidikan pelantikan rektor Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 04 Desember 2019 18:09
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim akan menyederhanakan sejumlah regulasi di jenjang pendidikan tinggi. Mulai dari regulasi yang menyangkut mahasiswa, dosen, hingga guru besar.
 
Nadiem mengatakan, tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini semakin tak mudah."Ini akan semakin cepat, semakin rumit, dan semakin tidak bisa diprediksi. Hal-hal yang tadinya simpel, menjadi tidak simpel," kata Nadiem dalam sambutannya di sela-sela pelantikan Rektor UI periode 2019-2024, di Balai Purnomo, Universitas Indonesia, Depok, Rabu, 4 Desember 2019.
 
Begitu pula, kata Nadiem, tantangan yang akan dihadapi Rektor UI yang baru, Ari Kuncoro lima tahun ke depan. Mantan bosGojekitu menyebut bahwa SDM Unggul harus diterjemahkan secara konsisten, bukan hanya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tetapi juga di perguruan tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perguruan tinggi kata Nadiem harus menjadi pencetakan SDM Unggul. Untuk itu ia berkomitmen untuk menyederhanakan peraturan yang menghambat.
 
"Akan saya simplify, pada semua guru besar, keputusan mengenai jadi dosen, keputusan anggaran, itu keputusan regulasi, keputusan kelembagaan, semua difilter dari apa dampaknya kepada mahasiswa," terang pria 35 tahun ini.
 
Karena itu, lima tahun ke depan, kata Nadiem, fokus perguruan tinggi harus mampu mewujudkan itu. Tentu tanpa mengesampingkan Tridarma Perguruan Tinggi.
 
"Memang selama ini semua Universitas itu dikejar untuk menegakkan berbagai hal yang berbeda untuk negara, tapi untuk lima tahun ke depan fokus pada pencetakan pemimpin masa depan," jelasnya.
 
Ari Kuncoro resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia periode 2019-2024. Ia menggantikan Rektor sebelumnya Muhammad Anis.
 
Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 02/SK/MWA-UI/2019 tentang Pemberhentian Rektor UI Periode tahun 2014-2019 dan Pengangkatan Rektor UI Periode tahun 2019-2024.
 
Sebelumnya, Prof. Ari Kuncoro, S.E, M.A, Ph.D ditetapkan sebagai rektor terpilih Universitas Indonesia (UI) periode 2019-2024. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI ini terpilih setelah melalui proses pemilihan suara, usai debat publik calon rektor UI di Makara Art Center, Kampus UI, Depok, Rabu, 25 September 2019.
 
Dari total 23 suara pemilih, Ari mendapatkan 16 suara. Sementara Abdul haris mendapatkan tujuh suara dan Budi Wiweko nol. Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI, Saleh Husin mengatakan, jalan pemungutan suara (voting) akhirnya dipilih, setelah disepakati di dalam rapat paripurna.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif