Bidang Prioritas Riset Mulai Disisir

Menristekdikti Usulkan Anggaran Riset Rp 2 Triliun Tahun Depan

Intan Yunelia 02 Juli 2018 21:25 WIB
Riset dan Penelitian
Menristekdikti Usulkan Anggaran Riset Rp 2 Triliun Tahun Depan
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, Humas Kemenristekdikti/Fatimah Larasati Harahap.
Jakarta: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti). Mohamad Nasir mengusulkan penambahan alokasi anggaran riset tahun depan. usulan kenaikan cukup signifikan, yakni dari Rp 1,4 triliun di 2018 menjadi sekitar Rp 2 triliun tahun depan.

"Sekarang Rp 1,4 Triliun itu naik menjadi Rp 1,8 Triliun dan mendekati Rp 2 Triliun. Ini hanya untuk anggaran riset saja," kata Nasir di Kantor Ombudsman RI, Jalan Rasuna Said, Jakarta Pusat, Senin, 2 Juli 2018.


Peningkatan anggaran riset ini untuk meningkatan jumlah publikasi riset yang dihasilkan dosen dan perguruan tinggi.  Anggaran riset, kata Nasir, tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Namun, Nasir menyadari jumlah ketersediaan APBN terbatas. Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada Menteri Keuangan.  "Kami tergantung anggaran dari Presiden Joko Widodo lihat dari Kementerian Keuangan," jelasnya.

Baca: Menristekdikti Tingkatkan Anggaran Riset Perguruan Tinggi

Untuk itu, Menristekdikti mulai menyisir bidang riset mana yang akan menjadi prioritas di tahun ini. Sehingga publikasi yang dihasilkan benar-benar berkualitas.

"Kami akan sisir-sisir mana anggarannya," terang Nasir.

Seperti diberitakan sebelumnya, peningkatan anggaran riset bertujuan agar Indonesia menjadi leaderpara negara penghasil publikasi riset. Saat ini di ASEAN, posisi Indonesia berada di posisi ke-2, masih tertinggal dari negara tetangga Malaysia.

Jumlah publikasi ilmiah pada 2017 tercatat baru sekitar 14.000 jurnal. Hingga Juni 2018, jumlah publikasi ilmiah sudah mencapai sekitar 18.000 jurnal. Untuk diketahui, jumlah publikasi ilmiah Indonesia yang terindeks scopus per 6 April 2018 menempati peringkat ke-2 di Asia Tenggara. Publikasi ilmiah Indonesia telah menyalip Singapura dan Thailand.



(CEU)