Negara Perlu Tingkatkan Anggaran untuk Pendidikan
Siswa mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di dalam tenda darurat Foto: Antara/Adeng Bustomi
Jakarta:Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengajak semua pihak untuk meningkatkan akses kepada pendidikan. Menurut dia, dibutuhkan lebih banyak dana untuk pendidikan agar semua pihak dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal.

Hal ini mendukung paket pendanaan internasional terbaru (International Finance Facility for Education) yang dapat menyediakan tambahan dana sejumlah USD 10 Juta bagi pendanaan dalam bidang pendidikan secara global, yang ditujukan bagi penduduk muda yang termajinalkan di seluruh dunia.


The International Finance Facility for Education akan bekerjasama dengan sejumlah negara untuk bersama-sama mengumpulkan pendanaan pendidikan yang terbesar dalam sejarah.  selain itu memberdayakan generasi berikutnya agar dapat mengambangkan potensi mereka secara optimal. 

"Dalam dunia yang semakin cepat berubah ini, kita tidak dapat membiarkan sebanyak 250 juta orang gagal memiliki keterampilan dasar. Dalam dekade yang akan datang, sekitar satu juta anak muda akan memasuki angkatan kerja," kata Antonio dalam keterangannya di Jakarta, Jumat 11 Mei 2018.

Mereka semua, lanjut Antonio, memerlukan pendidikan, sehingga mereka mampu membangun dunia yang damai, makmur, berdaulat dan memberikan kesempatan bagi semua orang. Untuk itu, dirinya menilai usulan program baruInternational Finance Facility for Education sangatlah penting.

Fasilitas ini dapat membantu negara-negara seperti Indonesia dalam menjembatani kesenjangan antara pendanaan pendidikan dan kebutuhan. Upaya PBB ini akan membuat bantuan pendanaan lebih efektif dengan mengoptimalkan sumber dana melalui Bank Dunia. dan bank pembangunan wilayah lainnya.

Tanpa dukungan dan bantuan internasional, Indonesia akan memerlukan pendanaan pendidikan yang berlipat ganda.  Mulai dari sekitar USD 33 Juta hingga menjadi USD 80 Juta pada 2030, agar dapat memberikan kesempatan pendidikan bagi semua yang merupakan tugas tidak mudah bagi negara.

Dukungan internasional telah menurun dari 13 persen dari bantuan keseluruhan, hingga menjadi hanya 10 persen. Seluruh bantuan pendidikan bagi seluruh negara-negara berkembang hanya sejumlah USD 10 per anak.  Jumlah tersebut sangat sedikit dan tidak cukup untuk membeli buku-buku pelajaran bekas, apalagi untuk pendidikan yang berkualitas.




(CEU)