Kepala LLDikti Wilayah III Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani. Foto: Dok. Medcom.id/Citra Larasati
Kepala LLDikti Wilayah III Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani. Foto: Dok. Medcom.id/Citra Larasati

LLDikti Wilayah III: Tunjangan Sertifikasi Pendidik Cair Akhir Maret 2022

Citra Larasati • 22 Maret 2022 15:28
Jakarta:  Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III mengalokasikan anggaran 90 persen lebih dari total keseluruhan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk pembayaran tunjangan sertifikasi pendidik tahun 2022.  Ini ditujukan bagi para dosen yang tersebar pada Perguruan Tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III. 
 
Kepala LLDikti Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani menuturkan, bahwa ia akan memastikan anggaran sekitar Rp320 miliar tersebut dapat diproses dan cair setelah dosen-dosen melakukan pelaporan beban kerjanya. Kami selalu berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan prima untuk pemangku kepentingan, yaitu para dosen dengan akuntabel dan transparan.
 
"Apabila terjadi permasalahan teknis, seperti telat menerima tunjangan, dipastikan hal ini dikarenakan kendala dalam hal administratif," kata Paristyanti dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 22 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pembayaran tunjangan sertifikasi pendidik, terdapat proses dan alur yang harus dilalui. “Jadi tidak semudah lapor, lalu besoknya uang langsung masuk ke rekening” tambahnya.
 
Proses pelaporan beban kerja dosen (BKD) dilakukan dengan beberapa tahapan proses melalui aplikasi bernama Sistem Informasi Sumber daya Terintegrasi (SISTER) dan aplikasi SIBKD.  Nantinya dosen harus mengisi aplikasi tersebut dan terus berkoordinasi dengan operator kampusnya apabila ada kendala teknis.
 
Laporan BKD harus melalui verifikasi yang dilakukan oleh asesor BKD yang apabila belum sesuai dosen harus merevisi kembali. Perguruan Tinggi melaporkan BKD Dosen-dosen nya ke LLDikti Wilayah III dengan melampirkan Surat Pertanggung Jawaban Mutlak (SPTJM) dari Pimpinan Perguruan Tinggi.
 
Selanjutnya tim Sumber Daya Perguruan Tinggi di LLDikti Wilayah III merekapitulasi laporan BKD Perguruan Tinggi yang apabila kesimpulan pada Laporan BKD belum memenuhi, dosen belum dapat dibayarkan tunjangannya. Apabila semua syarat telah terpenuhi, akan dilanjutkan dengan pembuatan Surat Keputusan (SK) pembayaran.
 
Proses selanjutnya adalah pengajuan Rencana Pencairan Dana (RPD) ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) melalui Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) Kemenkeu. Hingga akhirnya, terbitlah Surat Perintah Pencairan Dana (SPPD) dan tunjangan ditransfer ke rekening para dosen.
 
“Dalam kasus tertentu, ada yang sudah menerima, ada juga yang belum, biasanya akibat terjadinya retur atau pengembalian dari Bank. Hal ini dikarenakan misalnya ada perubahan nomor rekening atau data status yang belum diupdate pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI)-nya,” imbuh Paris.
 
Bagi para dosen di Lingkungan LLDikti Wilayah III yang telah lulus Sertifikasi Pendidik Tahun 2021 dan telah melaporkan BKD dengan kesimpulan memenuhi, tunjangannya akan cair pada akhir Maret 2022. Di mana pada 21-22 Maret ini para Dosen langsung mengambil buku rekening dan kartu ATM secara langsung di Kantor LLDikti Wilayah III, Jalan SMA 14 Cawang, Jakarta Timur.
 
"Bagi para Dosen, teruslah tingkatkan kualitas dan kreatifitasnya dalam melaksanakan tridarma Perguruan Tinggi untuk terus berkarya dan menghadapi tantangan ke depannya. Tentunya, jangan lupa untuk terus wajib melaporkan BKD nya dengan tepat waktu, terus meng-update data SISTER maupun PDDIKTI-nya," ujar Paris.
 
Seperti layaknya profesi lain, dosen menerima tunjangan tambahan dari pemerintah apabila telah memiliki sertifikasi pendidik (Serdik), baik Dosen PNS maupun Non-PNS. Sertifikasi Pendidik atau dikenal dengan Sertifikasi Dosen (Serdos).
 
Serdos merupakan ujian khusus yang dilaksanakan untuk menentukan kapabilitas seorang dosen dalam menjalankan tugas dan fungsinya yaitu, tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat.
 
Sertifikasi dosen wajib diikuti oleh semua dosen di Indonesia, sebagai salah satu prasyarat dalam hal kenaikan jabatan akademik tertinggi. Setelah mendapat sertifikasi, artinya dosen tersebut sudah diakui sebagai dosen yang kompeten dan profesional dan akan mendapat tunjangan dari pemerintah.
 
Bagi Dosen PNS besaran tunjangannya adalah satu kali gaji pokok, sedangkan dosen Non-PNS disesuaikan dengan penyetaraan/inpassing dan masa kerja. Bagi dosen dengan jabatan akademik Asisten Ahli, Lektor dan Lektor Kepala besaran tunjangannya adalah satu kali gaji pokok.
 
Baca juga:  LLDikti III Luncurkan 5 Klinik Dikti Monas, Atasi Masalah Kampus saat Pandemi
 
Sedangkan untuk dosen dengan jabatan akademik guru besar atau profesor besaran tunjangannya selain satu kali gaji pokok akan ditambah dengan tunjangan kehormatan yang besarnya dua kali gaji pokok.  Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Provinsi DKI Jakarta sebagai satuan kerja dari Kemendikbudristek menjalankan tugasnya dalam hal peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya pelaksanaan fasilitasi penilaian angka kredit pendidik.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif