"Ini juga harapannya adalah bisa membuat universitas dan juga rumah sakit yang berkelas internasional," kata Brian dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI dikutip dari YouTube TVR Parlemen, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia mengatakan akan ada 10 kampus khusus medis yang didirikan di Indonesia. Pendirian kampus ini menjadi cara untuk menjawab kebutuhan dokter di Indonesia.
Brian berharap kehadiran rumah sakit internasional dapat membuat masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri. Sebab, biaya berobat orang Indonesia ke luar negeri mencapai Rp160 triliun per tahun.
"Sehingga bisa mencegah jumlah penduduk Indonesia yang berobat ke luar negeri kita sama-sama tahu data yang saya terima itu Rp160 triliun belanja orang Indonesia untuk berobat ke luar negeri," ungkap Brian.
Sebelumnya, Brian menyampaikan John Hopkins University menjadi referensi dalam pembangunan kampus medis tersebut. Selain menjawab kebutuhan tenaga kesehatan, kampus tersebut juga dipercaya mampu mempercepat layanan kesehatan di seluruh Indonesia.
"Kami sudah lihat beberapa kasus kampus-kampus di luar negeri memang terdapat model seperti itu. Seperti First Moscow State Medical University Kemudian John Hopkins University itu juga kursus medis," kata Brian di Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025.
Universitas medis ini nantinya tidak hanya berfokus pada pendidikan dokter tetapi menaungi berbagai disiplin ilmu kesehatan. Di dalamnya terdapat Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi, Farmasi, Ilmu Hayati, Teknologi Kedokteran, hingga Keperawatan sehingga kelengkapan pendidikan bidang kedokteran di universitas tersebut dapat terintegrasi.
"Sehingga tidak hanya dokter yang kita siapkan. Tetapi juga seluruh yang related dengan kesehatan dan kedokteran itu bisa diselenggarakan oleh universitas khusus medis ini," ujar dia.
Brian juga menyinggung lulusan bidang kesehatan di Indonesia. Saat ini, lulusan bidang kesehatan sebanyak 246 ribu.
Menurutnya, ada ketimpangan jumlah lulusan, baik antara dokter hingga perawat. "Namun sebagian itu besarnya adalah perawat, bidang dan lain-lain dokternya sendiri hanya sekitar 12 ribu per tahun," kata Brian.
Ia berharap proporsi lulusan bidang kesehatan bisa seimbang dan sesuai kebutuhan. Karena itu sebaran fakultas kedokteran turut menjadi perhatian serius ke depan.
"Kami sampaikan ini adalah sebaran Fakultas Kedokteran di Indonesia saat ini relatif sudah menyebar meskipun tentu di Jawa dan Sumatra masih banyak, di bagian timur perlu ditingkatkan kembali," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News