Kepala BPPT, Hammam Riza.  Foto:  BPPT/Humas.
Kepala BPPT, Hammam Riza. Foto: BPPT/Humas.

BPPT Gandeng Jepang Kembangkan Teknologi Ramah Lingkungan

Pendidikan inovasi
Intan Yunelia • 10 Oktober 2019 13:44
Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggandeng perusahaan Jepang dalam kerja sama akselerasi teknologi di bidang energi bersih atau ramah lingkungan. Yakni teknologi pengembangan fasilitas pengisi daya kendaraan berbasis listrik, atau charging station.
 
Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, pihaknya terus mendorong upaya pemanfaatan energi bersih di berbagai sektor. Mulai dari pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah yang beroperasi di Bantargebang.
 
"BPPT juga melakukan riset terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi atau PLTP, Tenaga Surya atau PLTS, serta pengembangan kawasan mandiri energi berbasis EBT di wilayah Baron Technopark, Gunung Kidul, Yogyakarta," kata Kepala BPPT, Hammam Riza di Jakarta, Kamis 10 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerja sama dilakukan dengan menandatangani nota kesepahaman BPPT dengan Kyuden Mirai Energy Company Incorporated, anak perusahaan dari Kyushu Electric Power, perusahaan utilitas listrik dari Jepang, bersama Awina Sinergy Internasional, di Jepang pada 9 Oktober 2019. Hammam juga sempat menjadi pembicara dalam Science and Technology Forum in Society (STS Forum) 2019 di Kyoto, Jepang, juga melakukan pertemuan dengan insitusi riset negeri matahari terbit, yakni Jamstec.
 
Ia mengakui, pertemuan dengan Presiden Jamstec, Tadashi Matsunaga banyak membahas mengenai pemanfaatan teknologi. Mulai dari aspek kebencanaan, baik dari sisi mitigasi, saat bencana, hingga pascabencana.
 
Mitigasi bencana mulai dari mulai dari early warning system. Dilihat dari kesiapan teknologi saat terjadi bencana, kehandalan sensor-sensor sebagai pendukung peringatan dini. Kemudian untuk pascabencana, yakni pengembangan teknologi pangan untuk bencana.
 
Sistem peringatan dini, BPPT tengah fokus membangun teknologi Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina TEWS), yang diterapkan awal 2019 ini. Ke depan juga direncanakan akan kembali mendeploy eampat buoy tsunami, serta CBT atau Cable Based Tsunameter.
 
“Sebelumnya April 2019 ini kami telah memasang buoy tsunami di kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Untuk selanjutnya juga akan dipasang kembali di perairan Selatan Jawa untuk mengantisipasi megathrust. Kami juga akan melengkapi perangkat deteksi dini tersebut dengan pemasangan CBT," papar Hammam.
 
President Jamstec, Tadashi Matsunaga mengungkapkan bahwa Jamstec siap mendukung BPPT dalam melakukan riset dan pengembangan kompetensi teknologi.
 
"Terkait dengan disaster management, pengetahuan terkait kebencanaannya itu sendiri pun perlu untuk dipahami lebih lanjut. Karenanya pihak kami sangat senang dapat berbagi pengalaman dengan BPPT terkait teknologi mitigasi bencana yang telah kami lakukan di Jepang," pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif