NEWSTICKER
Mahasiswa Atma Jaya. Foto: Dok: Atma Jaya/Humas
Mahasiswa Atma Jaya. Foto: Dok: Atma Jaya/Humas

Atma Jaya Selaraskan Kurikulum dengan 'Kampus Merdeka'

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 28 Februari 2020 10:55
Jakarta: Universitas Katolik Atma Jaya menyatakan siap mengimplementasikan kebijakan 'Kampus Merdeka' yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Saat ini, Atma Jaya tengah melakukan penyesuaian pada kurikulumnya.
 
Rektor Unika Atma Jaya Jakarta, Agustinus Prasetyantoko menjelaskan, Atma Jaya melakukan penguatan program studi melalui desain kurikulum. Langkah yang dilakukan bukan hanya merespons program Mendikbud, tapi juga mempersiapkan mahasiswa untuk memiliki nilai lebih dari segi karakter dan kepedulian sosial.
 
“Kurikulum yang kami terapkan untuk menjawab Kampus Merdeka adalah menyediakan pilihan program magang bagi mahasiswa, yaitu proyek riset, social engagement, program seperti KKN dan pemberdayaan masyarakat,” terang Agustinus di Jakarta, Jumat, 28 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Poin program yang diusung Nadiem ini antara lain memberi kelonggaran mengambil SKS mahasiswa sebanyak tiga semester dari total delapan semester program S1 dapat diambil di luar prodi maupun di luar kampus. Baik melalui magang, riset, pengabdian kepada masyarakat, dan lain-lain.
 
Unika Atma Jaya, kata Agustinus, tidak hanya menyediakan daftar perusahaan, lembaga, kampus dalam negeri, dan kampus luar negeri bagi mahasiswa yang mengikuti program Kampus Merdeka. Tapi juga melakukan verifikasi dan memantau.
 
"Unika Atma Jaya Jakarta saat ini telah menjalin jejaring dengan lebih dari 80 kerja sama aktif dengan perguruan tinggi luar negeri di lima benua, 18 mitra perguruan tinggi dalam negeri yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik dan lembaga nasional serta internasional,” jelasnya.
 
Saat ini, ungkap Agustinus, sudah ada dua program studi (prodi) yang siap. Yakni prodi Akuntansi dan Teknik Industri.
 
Untuk prodi Akuntansi, ia menyebut saat ini sudah menjalin kerja sama dengan lima perusahaan akuntan publik teratas di Indonesia. Selain itu, mereka juga mendapatkan sokongan asosiasi profesi Ikatan Akuntan Indonesia dan program studi lanjutan magister akuntansi yang memiliki jaringan sertifikasi profesi luar negeri.
 
Sementara itu untuk teknik industri sudah tersedia empat program yang bisa diambil mahasiswa semester 7. Keempat program itu program magang bersertifkat dengan dunia usaha dunia industri (DUDI), Program social engagement dengan desa Sampora, Cisauk, Tangerang dan Desa Ponggang, Subang Jawa Barat, Student exchange, dan Proyek Riset.
 
Untuk mahasiswa yang mengambil program magang diteruskan menjadi penelitian skripsi. Ia pun menyarankan bagi mahasiswa yang tertarik untuk menjadi peneliti atau bekerja pada bagian research and development (R and D) untuk mengambil program magang proyek riset.
 
Karena akan terlibat pada penelitian yang dimentori oleh dosen terpilih dengan anggaran riset yang dibiayai oleh proyek hibah. Sehingga mahasiswa tidak lagi dibebani dengan masalah biaya riset.
 
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Diana Waturangi menyampaikan para mahasiswa ini juga dibekali kepekaan terhadap isu-isu sosial di sekitar lingkungan dan memberikan kontribusi nyata.
 
“Itu sebabnya program social engagement menjadi bagian dari kurikulum ini. Bahkan program student exchange kami sudah memasukkan juga unsur social engagement dalam aktivitasnya,” ujar Diana.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif