Peluncuran sistem SKS di MAN 2 Pekanbaru kemenag
Peluncuran sistem SKS di MAN 2 Pekanbaru kemenag

MAN 2 Pekanbaru Terapkan SKS Mulai Tahun Ini

Pendidikan Madrasah
Citra Larasati • 30 Juli 2020 14:38
Jakarta: Madrasah Aliyah Negeri 2 Pekanbaru akan menerapkan program Sistem Kredit Semester (SKS) mulai tahun ajaran 2020/2021. Berbeda dengan penerapan SKS di perguruan tinggi, sistem ini tidak lantas membuat masa lama belajar akan berkurang dari tiga menjadi dua tahun.
 
Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar menjelaskan, program SKS pada Madrasah ini harus dilaksanakan sesuai dengan sistem pembelajaran yang tercantum pada Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2852 Tahun 2019 tetang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan SKS Madrasah Aliyah.
 
"SKS bukan sistem kebut semalam, tetapi SKS identik dengan percepatan proses belajar dengan tidak mengurangi waktu atau lamanya seorang siswa belajar. Sekali lagi Saya tegaskan, SKS bukan mempersingkat waktu belajar, dari tiga tahun menjadi dua tahun," tegas Umar dalam keterangannya, Kamis, 30 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, SKS adalah upaya memperpendek waktu capaian kompetensi kurikulum yang normal. Sisa waktu yang didapatkan untuk memperkaya dan memperkuat potensi peserta didik dengan bekal potensinya masing- masing.
 
Contohnya, lanjut Umar, seorang siswa bernama Ahmad dapat menyelesaikan mata palajaran Fikih dalam waktu sebulan. Maka, senggang waktu yang ada boleh memperdalam pelajaran lain sesuai denga potensi yang bersangkutan.
 
“Waktu belajar tetap tiga tahun, tetapi senggang waktu yang ada digunakan untuk memperkuat potensi diri anak. Sehingga saat lulus, anak didik tidak hanya memiliki ijazah formal saja, tetapi juga harus memiliki ijazah nonformal, misalnya ahli Informasi Teknologi, ahli Tahfiz dan lainnya,” jelas Umar.
 
Baca juga:Nadiem Dengarkan Curhatan Guru Soal Pembelajaran Jarak Jauh
 
Ia berharap madrasah yang menerapkan program SKS harus bisa melayani potensi- potensi peserta didik untuk menjadi madrasah hebat dan bermartabat. “Ambil guru yang memiliki semangat dan motivasi tinggi sehingga MAN 2 Pekanbaru bisa sama atau bahkan melebihi MAN 2 Malang, dengan syarat guru- guru MAN 2 Pekanbaru harus berjibaku, bersungguh- sungguh, membuang ego sektoral, kuatkan kebersamaan insya Allah 2022 kita akan memberikan bantuan lagi untuk MAN 2 Pekanbaru,” pesan Umar.
 
Menurutnya, Program SKS hanya akan sekadar menjadi mimpi besar jika guru biasa- biasa saja. Sebaliknya SKS akan bermakna jika didukung pengembangan IT yang bagus dan kemauan keras guru- guru.
 
"Untuk itu guru-guru perlu diasemen motivasi berprestasinya, keikhlasannya, semangatnya dan lainnya,” ujarnya.
 
Hadir dalam peluncuran SKS MAN 2 Pekanbaru Kakanwil Kemenag Riau Mahyudin, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwi Kemenag Riau Asmuni, Kakankemenag Kota Pekanbaru Edwar S Umar, Kepala MAN 2 Pekanbaru Norerlinda, Kepala MAN se-Pekanbaru, serta Pengawas dan Majelis Guru.
 
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Riau Mahyudin meyampaikan rasa syukur dengan ditetapkannya MAN 2 Pekanbaru sebagai salah satu dari 36 madrasah se-Indonesia yang menerapkan program SKS. "Kita sangat bersyukur karena dari 36 madrasah yang ditetapkan sebagai pelaksana program SKS, dua di antaranya di daerah Sumatra yaitu Sumatra Selatan dan Riau yaitu MAN 2 Pekanbaru," tutur Mahyudin.
 
"Untuk itu kami berharap kepercayaan yang sudah diberikan ini benar-benar dapat dilaksanakan semaksimal mungkin. Peran guru sangat menentukan dengan terus melaksanakan program, mengawasi dan mengevaluasi peserta didik agar pelaksnaan program SKS sesuai petunjuk teknis yang sudah ada," pesan Mahyudin.
 

(CEU)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif