Ketua Konsorisum Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/BRIN Ali Ghufron Foto: YouTube BNPB
Ketua Konsorisum Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/BRIN Ali Ghufron Foto: YouTube BNPB

Profesor Merupakan Jabatan Akademik, Bukan Sembarang Label

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Agustus 2020 14:15
Jakarta: Ketua Konsorisum Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Ali Ghufron mengungkapkan di Indonesia ada salah kaprah memahami sebutan profesor. Menurut Ghufron, profesor bukan gelar, melainkan jabatan akademik.
 
"Itu kesalahan yang banyak ditemui, Profesor itu jabatan akademik tertinggi," ungkap Ghufron dalam Talkshow Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertajuk 'Etika Jabatan Akademik dan Penemuan Obat Covid-19', Kamis, 6 Agustus 2020.
 
Pelaksana tugas (Plt) Rektor Universitas Trisakti ini mengatakan, untuk menjadi seorang profesor harus melewati proses panjang, dan tidak bisa sembarangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelum menjadi profesor, seseorang harus menjalakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni mendidik, melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Kemudian, mempunyai publikasi ilmiah di jurnal internasional.
 
"Harus dosen, kalau bukan dosen, ya dia peneliti. Jadi peneliti juga bisa. Itu (profesor) bukan gelar, jadi jabatan akademik," tuturnya.
 
Jabatan profesor atau guru besar, kata dia, juga diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.
 
Pasal 26 Ayat 1 menyebut, dosen dapat dinaikan jabatannya apabila mencapai angka kredit yang disyaratkan, paling kurang empat tahun dari jabatan terakhir, nilai prestasi kerja paling kurang bernilai baik dalam satu tahun terakhir, dan memiliki integritas dalam menjalankan tugas.
 
Baca:Bila Terbukti Gelar Profesor Palsu, Hadi Pranoto Terancam Dipenjara
 
Kemudian pada ayat 3 dijelaskan, kenaikan jabatan menjadi Lektor Kepala atau Profesor harus memiliki ijazah Doktor (S3).
 
Sementara itu, Anggota Tim Penilai PAK Dosen Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sukanto mengungkapkan, menjadi profesor tidak hanya mencukupi minimal 800 angka kredit. Untuk menjadi profesor juga harus memiliki karya ilmiah.
 
"Untuk ukuran Indonesia masih ukuran sangat mungkin dicapai oleh dosen-dosen, yaitu satu artikel di jurnal ilmiah internasional bereputasi,” terang Sukanto.
 
Penjelasan mengenai label profesor sejatinya penting dipahami publik. Sebab, belakangan ramai diperbincangkan mengenai dugaan klaim gelar profesor oleh seseorang bernama Hadi Pranoto. Pria yang mengaku sebagai pakar mikrobiologi itu mengeklaim telah menemukan obat anticovid-19 dan telah menyembuhkan banyak pasien covid-19.
 
Hal ini diungkapkan Hadi ketika menjadi narasumber dalam konten YouTube milik musikus Erdian Aji Prihartono (Anji). Video berisi dialog Anji dan Hadi pun menjadi perbincangan di lini masa hingga berujung penghapusan oleh pihak YouTube. Video diduga dihapus lantaran ramai dilaporkan warganet.
 
Belakangan, gelar profesor Hadi juga dipertanyakan. Sempat dikabarkan sebagai lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB), namun ternyata hal itu dibantah oleh pihak IPB.
 
Keberadaanya sebagai pakar juga tak terdeteksi. Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset Nasional (Kemenristek/Brin) menyebut Hadi bukanlah peneliti di konsorsium dalam tim pengembangan herbal imunomodulator.
 
Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid, melaporkan Hadi dan Anji ke Polda Metro Jaya. Laporan teregistrasi dengan nomor LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ bertanggal 3 Agustus 2020. Muannas menganggap keduanya melanggar Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45 huruf a Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif