Warga Lapas Muara Teweh Butuh Pendidikan Paket
Ilustrasi pendidikan 2, Medcom.id - Rakhmat Riyandi
Barito Utara: Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, membutuhkan program pendidikan Paket A, B, dan C. Agar, mereka mengantongi ijazah selepas masa hukumannya berakhir.

"Banyak dari mereka putus sekolah. Makanya perlu program kejar paket bagi warga binaan," kata Kepala Lapas Klas II B Muara Teweh Sarwito, Barito Utara seperti dilansir dari Antara, Jumat, 5 Januari 2018.


Lapas Klas II B Muara Teweh perlu kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara untuk menyediakan program Kejar Paket A, B, dan C bagi warga binaan. "Sehingga jika mereka keluar dari sini bisa membawa ijazah demi perbaikan masa depan," harapnya. Selain masalah pendidikan, ada pula enam hal yang perlu perhatian pemerintah setempat demi perbaikan narapidana yang ada di Lapas Klas II B Muara Teweh. Di antaranya yakni pelayanan sisi rohani, pelayanan kesehatan, program penyuluhan hukum, pelatihan keterampilan, sarana prasarana fisik, dan patroli keliling.

"Kami mengharapkan kebutuhan atau keinginan para narapidana ini mendapat perhatian pemerintah daerah dan DPRD setempat," jelas Sarwito.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Barito Utara Acep Tion berjanji untuk menyediakan program Kejar Paket A, B, dan C bagi narapidana yang putus sekolah.

"Kita upayakan supaya warga lapas bisa mempunyai ijazah," ungkap Acep.

Saat ini, Lapas Muara Teweh dihuni 288 orang. Mereka terdiri dari 266 narapidana dan 22 tahanan. Dari 266 narapidana itu, terdapat 9 wanita dan 6 anak-anak.



(RRN)