Illustrasi. MI/ARYA MANGGALA.
Illustrasi. MI/ARYA MANGGALA.

1307 Start Up Ambil Bagian di ISS 2019

Pendidikan pendidikan start up technology
Intan Yunelia • 06 April 2019 02:01
Jakarta: Sebanyak 1307 startup binaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan hadir dalam Indonesia Startup Summit (ISS). Acara ISS tersebut akan digelar di Hall D2, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 10 April 2019 mendatang.
 
"Dari 1307 itu kalau kita pisahkan, ada yang startup, ada yang calon startup. Ini harus kita pisahkan. Start up itu yang sudah masuk ke industri," kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat konferensi pers di Gedung D Kemenristekdikti, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat 5 April 2019.
 
Kemenrisekdikti selama empat tahun terakhir membina ratusan calon perusahaan rintisan. Mereka dibina dalam Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT). Saat ini start up yang sudah masuk industri berjumlah 749 start up. Sebanyak sisanya 558 merupakan calon startup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Start up-start up tersebut dan juga yang berasal dari Perguruan Tinggi dan LPNK di bawah Kemenristekdikti akan dipamerkan pada Temu Akbar Startup yang akan kita laksanakan pada tanggal 10 April 2019," terang Nasir.
 
Ribuan start up yang akan dipamerkan tidak hanya berfokus pada bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saja, tapi juga bidang-bidang lain seperti pangan, kesehatan dan obat-obatan, pertahanan dan keamanan, energi, transportasi, material maju.
 
Hal itu sesuai dengan bidang prioritas di Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), yang belum mendapatkan pendanaan, terutama yang sesuai dengan kebutuhan dari asal tenant atau peserta bimbingan IBT Kemenristekdikti.
 
"Secara detail nanti kami akan tunjukkan pada tanggal 10 April 2019 berbagai start up yang ada, dan akan kami kelompokkan pada beberapa bidang sesuai dengan RIRN, ada dari pangan, obat-obatan, teknologi informasi, advanced material, nanotechnology, dan lain-lainnya," ucap Nasir.
 
Saat ini tenant IBT belum merata dari seluruh Indonesia, namun Kemenristekdikti akan berikan pendanaan dan bimbingan bagi tenant dari luar Jawa yang dapat meningkatkan partisipasi dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.
 
"Apakah startup hanya berasal dari Jawa saja? Tidak. Start up-start up ini berasal dari seluruh Indonesia. Dalam Pemerintah RI saat ini, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, pembangunan harus menyebar di seluruh Indonesia. Ini bukan 'Jawasentris', tapi 'Indonesiasentris'," ungkap Nasir.
 
Dari 1307 tenant startup di seluruh Indonesia, Program IBT telah melahirkan 32 tenants yang sudah mature dengan peningkatan omzet rata-rata lebih dari 426 persen dan tenants yang mature tersebut memiliki omzet minimal Rp500 juta.
 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif