Galeri Prajnaparamita juga menjadi salah satu media untuk memperluas akses masyarakat terhadap warisan budaya, sekaligus menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih inklusif. Galeri ini menampilkan arca Prajnaparamita yang dikenal sebagai mahakarya dari masa kejayaan Kerajaan Singhasari.
Selain menonjolkan keindahan seni klasik, galeri tersebut dilengkapi fasilitas edukasi yang dirancang agar dapat diakses oleh penyandang disabilitas.
Galeri Prajnaparamita Hadirkan Mahakarya Kerajaan Singhasari
Prajnaparamita memiliki akar makna dalam ajaran Buddha Mahayana yang berkaitan dengan kebijaksanaan tertinggi. Konsep tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk arca dewi yang dipahat dengan detail dan tingkat kehalusan tinggi.Arca Prajnaparamita sendiri ditemukan di kawasan Percandian Singhasari. Sosoknya digambarkan dalam posisi meditasi vajraparyanka dengan kedua tangan membentuk dharmacakramudra.
Melihat dari sisi arca terdapat bunga teratai yang menyangga Sutra Prajnaparamita sebagai penanda identitasnya. Detail mahkota, perhiasan, hingga motif jlamprang pada busana menunjukkan pencapaian seni keagamaan pada akhir abad ke-13, ketika tradisi Hindu dan Buddha berkembang berdampingan di bawah pemerintahan Raja Kertanagara.
Melalui galeri khusus ini, pengunjung dapat mengenal tidak hanya keindahan visual arca, tetapi juga nilai sejarah, filosofi, dan latar kebudayaan yang menyertainya.
Dilengkapi Fasilitas Ramah Disabilitas
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam peresmian Galeri Prajnaparamita adalah pengembangan layanan museum yang inklusif. “Museum Nasional akan terus berbenah diri, termasuk memperbaiki fasilitas-fasilitas,” ujar Menteri Kebudayaan, Fadli Zon pada Peresmian Galeri Prajnaparamita, di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.Museum Nasional Indonesia menyediakan sejumlah media taktil ramah disabilitas, termasuk buku taktil dengan huruf Braille, objek timbul edukatif, serta miniatur arca Prajnaparamita yang dapat disentuh secara langsung.
Arca Prajnaparamita. Foto: Medcom/Adinda Kinanthi
Miniatur tersebut dilengkapi warna kontras untuk membantu pengunjung dengan low vision mengenali bentuk arca. Fasilitas ini memberikan alternatif pengalaman belajar bagi pengunjung sehingga akses terhadap pengetahuan sejarah dan kebudayaan dapat diperluas melalui pendekatan yang lebih beragam.
Lokasi dan Jam Kunjungan Galeri Prajnaparamita
Galeri Prajnaparamita dapat dikunjungi di Lantai Ground Gedung B, Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Jam operasional museum adalah sebagai berikut:- Selasa - Kamis: pukul 08.00 - 16.00 WIB.
- Jumat - Minggu: pukul 08.00 - 20.00 WIB.
Peresmian galeri ini menjadi salah satu upaya mempertemukan pelestarian warisan budaya dengan pengembangan layanan publik yang lebih terbuka. Melalui penyajian koleksi dan fasilitas edukasi yang inklusif, Museum Nasional Indonesia diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenal dan mengapresiasi kekayaan sejarah Indonesia.
(Adinda Kinanthi)