Ilustrasi riset.  Foto: MI/Rommy Pujianto.
Ilustrasi riset. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Badan Riset Nasional, Riset akan Bergerak Berdasarkan Penugasan

Pendidikan Riset dan Penelitian
Citra Larasati • 13 September 2019 13:30
Jakarta: Pemerintah semakin serius untuk mengintegrasikan kegiatan riset di bawah satu lembaga, yakni Badan Riset Nasional. Dengan adanya badan yang langsung berada di bawah presiden ini nantinya, kegiatan riset akan bergerak berdasarkan penugasan.
 
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, Badan Riset Nasional ini nantinya akan membawahi Dewan Riset Nasional yang saat ini ada. "Jadi posisi Dewan Riset nanti ada di bawah Badan Riset Nasional. Karena badan riset ini akan langsung di bawah presiden," kata Nasir ditemui usai menyerahkan penghargaan SINTA Award 2019, di JCC, Jakarta, Kamis, 12 September 2019.
 
Ia mengatakan, semua kegiatan riset baik yang berada di kementerian, lembaga penelitian dan pengembangan (litbang), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), perguruan tinggi dan sebagainya, akan diintegrasikan jadi satu. "Nanti akan diintegrasikan, bentuknya penugasan, jangan sampai apa yang dilakukan LIPI juga dilakukan BATAN. Nanti akan ditunjuk siapa host-nya," tegas Nasir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama ini, kata Nasir, riset yang dilakukan antarlembaga riset sering kali tumpang tindih. "Salah satunya karena riset selama ini berdasarkan inisiatif peneliti dan masing-masing lembaga. Banyak riset tapi tidak memiliki nilai tambah," ungkap mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.
 
Nasir menambahkan, bahwa ke depannya riset juga akan dibagi ke dalam beberapa zona. "Nanti akan ada zona-zonanya, mana zona kesehatan, obat-obatan, pangan, energi dan lainya," sebut Nasir.
 
Disinggung tentang pengelolaan dana riset dengan adanya Badan Riset Nasional, Nasir mengaku belum tahu persis polanya akan seperti apa. "Bisa saja anggarannya terintegrasi atau bisa juga dikontrol secara terintegrasi. Jadi tidak bisa main belanja sendiri," ujarnya.
 
Sebelumnya, Nasir mengatakan bahwa Badan Riset Nasional merupakan gabungan dari lembaga-lembaga yang melakukan kegiatan riset yang ada di Indonesia. Seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian, dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta lainnya.
 
Penggabungan lembaga riset ini dilakukan, agar riset tepat sasaran, dan menghemat anggaran negara. Selama ini anggaran yang dialokasikan negara untuk riset sangat besar.
 
Untuk di Kemenristekdikti misalnya, sekitar Rp1,5 triliun, jika ditotal secara keseluruhan APBN, besar anggaran untuk riset mencapai Rp24,9 triliun di 2017.
 
Anggaran sebesar itu, kata Nasir, terdistribusi ke sejumlah lembaga riset. Di mana dalam penggunaan anggaran sering terjadi duplikasi riset, yang membuat anggaran menjadi kurang efektif dan efisien.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif