Anggota DPR Komisi X Hetifah Sjaifudian. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Anggota DPR Komisi X Hetifah Sjaifudian. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

Kemendikbud Didesak Bentuk Tim Khusus PISA

Pendidikan beasiswa osc Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Desember 2019 13:53
Jakarta: Anggota DPR Komisi X Hetifah Sjaifudian meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menindak lanjuti dengan serius hasil Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia di tahun 2018. Paling mendesak adalah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi penyebab rendahnya raihan
 
Raihan PISA Indonesia 2018 memang mengalami penurunan, semakin jauh dari skor rata-rata negara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Kompetensi membaca misalnya, tahun ini skornya 371 poin, sementara 2015 397, sedangkan rata-rata OECD 487 poin.
 
Dalam kompetensi matematika menurun dari 386 poin di 2015 menjadi 379 poin di 2018 dari rata-rata OECD 489. Begitu juga untuk kompetensi sains dari 403 di 2015 menjadi 396 poin di 2018 berada di bawah rata-rata OECD yang mencapai 489.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hetifah mengaku prihatin atas skor PISA Indonesia tersebut, yang membuat Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara peserta PISA. Belum lagi catatan, hanya sekitar 30 persen siswa Indonesia yang mencapai kemampuan membaca level ke-2 alias tingkat dasar.
 
"Bandingkan dengan Cina (lebih dari 90%). Sisanya, sekitar 70% dianggap functionally illiterate karena level 2 dianggap sebagai level dasar, dimana seseorang dianggap dapat mengambil makna dan pembelajaran dari suatu bacaan," kata Hatifah dalam siaran persnya, Jakarta, Jumat, 6 November 2019.
 
Hetifah menjelaskan, naiknya nilai PISA bisa berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Menurut Hanushek and Woessmann peningkatan 50 poin dalam PISA dapat berpengaruh terhadap kenaikan pertumbuhan ekonomi jangka panjang sebesar 0,93 persen points setiap tahunnya.
 
Sementara berdasarkan laporan World Bank Quarterly Report Juni 2018 mengungkapkan, bahwa jika Indonesia dapat meningkatkan nilai PISA-nya secara agresif hingga sebanyak 100 poin, pada 2027 Indonesia akan mendapat tambahan pertumbuhan ekonomi sebanyak 0.3 percentage points dan pada 2040 sebanyak 0.9 percentage points.
 
Untuk itu, ia mendorong Kemendikbud selain segera membentuk tim khusus tapi juga mengintegrasikan kemampuan-kemampuan dasar yang diukur dalam PISA ke dalam kurikulum pendidikan Indonesia dan memasang target yang jelas.
 
"Membuat target pencapaian skor PISA untuk tahun 2021 dan 2024 beserta langkah-langkah konkret untuk mencapainya," tegasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif