Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kota Sorong, Papua Barat, Yohanis Sagrim. Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kota Sorong, Papua Barat, Yohanis Sagrim. Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

UN Perlu Disederhanakan Agar tak Menakutkan Siswa

Pendidikan Ujian Nasional
Muhammad Syahrul Ramadhan • 01 Desember 2019 06:00
Cikarang: Wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) menjadi perbincangan banyak pihak karena dianggap menjadi angin segar bagi para siswa-siswi untuk lulus dari setiap jenjang pendidikan.
 
Namun Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Kota Sorong, Papua Barat, Yohanis Sagrim menilai UN harus tetap ada. Menurut dia UN merupakan evaluasi sistem pendidikan Indonesia. Ia berpendapat tidak bisa dihapuskan namun yang harus diperhatikan yaitu bagaimana UN diperlunak sehingga tidak menghantui siswa-siswi.
 
"Jadi ujian nasional tetap ada tapi itu diperlakukan dengan cara sederhana, mempermudah. Jangan membuat siswa takut hadiah ujian nasional momok baginya, itu hanya cara sistemnya saja itu diperlunak," kata Yohanis saat ditemui di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu, 30 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menilai UN diperlukan agar negara lain bisa mengetahui bagaimana kualitas pendidikan Indonesia. Sebab UN berfungsi sebagai alat ukur untuk memetakan pendidikan dalam negeri.
 
"Ujian Nasional sangat penting, karena itu pemetaan kurikulum. Kalau tanpa itu bagaimana mata dunia melihat perkembangan pendidikan di indonesia seperti apa," tutur Yohanis.
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan pihaknya tengah mengkaji penerapan UN selama ini. Keputusan baru soal UN kemungkinan baru dijalankan pada 2021.
 
"Sudah pasti 2020 masih akan jalan UN, sebenarnya ini keputusan untuk tahun berikutnya," ujar Nadiem.
 
Nadiem mengatakan akan memformat ulang sistem evaluasi berskala nasional yang selama ini diambil perannya oleh UN. Pria 35 tahun ini mengatakan nantinya format tolok ukur evaluasi sistem pendidikan skala nasional akan dikemas tanpa membebani murid dan guru. Tentunya, di dalamnya juga harus berisikan tes yang mengetahui kompetensi dasar siswa.
 

(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif