Pendiri Universitas Pamulang, Darsono, Medcom.id/Intan Yunelia.
Pendiri Universitas Pamulang, Darsono, Medcom.id/Intan Yunelia.

Pemerintah Diminta Persempit Kesenjangan Kualitas Pendidikan

Pendidikan ujian nasional
Intan Yunelia • 29 Mei 2019 15:48
Jakarta: Praktisi Pendidikan, Darsono mengapresiasi kredibilitas penyelengaraan Ujian Nasional yang sebagian besar sudah terkonversi ke UN Berbasis Komputer (UNBK) terus meningkat. Namun, hal itu perlu dibarengi dengan upaya menindaklanjuti pemetaan hasil UN untuk pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
 
“Saya kira (Hasil UN) untuk pemetaan, karena wilayah Indonesia itu kan luas, kemudian kenyataannya antara di Jakarta dan di daerah memang ada kesenjangan dan itu pemerintah harus memperhatikan,” kata Darsono saat ditemui Medcom.id di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis 29 Mei 2019.
 
Pemerataan kualitas pendidikan diukur dari fasiltas sarana dan prasarananya. Antara daerah-daerah ujung timur Indonesia harus setara dengan kualitas yang ada di kota-kota besar. Kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia, kata Darsono, harus bisa dipersempit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Nilai Rerata di SMP Penyelenggara UNBK Alami Kenaikan
 
“Sekarang di daerah-daerah Papua dan bagian timur itu kan informasi itu belum tentu sampai. Di sana prasarananya belum ada yang seperti di sini (Jakarta). Kalau di sini gampang internet ada setiap saat bisa nyambung, kalau di daerah bagaimana listrik saja masih belum ada,” ujar Pendiri Universitas Pamulang (Unpam) ini.
 
Salah satu upayanya, mahasiswa-mahasiswa asal Indonesia Timur yang berkuliah di kota-kota besar, sekembalinya ke daerah asal diharapkan turut berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan.
 
“Kita ada mahasiswa dari Papua. Secara akademik itu bagus dan dia punya semangat tinggi untuk bisa berkuliah di sini (Universitas Pamulang). Namun interaksi sosialnya itu sulit,” ujarnya.
 
Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan, hasil UN menjadi semakin kredibel dan berintegritas sehingga bisa digunakan untuk menjadi dasar perbaikan, khususnya untuk memenuhi standar minimal yang ditetapkan.
 
"UNBK menjadi faktor pengoreksi bagi Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) sedangkan posisi UNBK menjadi pengoreksi hasil ujian sekolah. Hasil UN dapat menggambarkan kondisi riil peserta didik kita,"ujar Bambang dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif