Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Zoom
Mendikbud, Nadiem Makarim. Foto: Zoom

Dikritik Soal Pembukaan Sekolah, Ini Tanggapan Nadiem

Pendidikan Virus Korona sekolah Kenormalan Baru
Ilham Pratama Putra • 12 Agustus 2020 18:45
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menuai banyak kritik karena memperbolehkan sekolah di zona kuning dan hijau untuk menggelar belajar tatap muka. Atas kritik itu Nadiem menyebut keputusannya telah melewati kajian yang matang.
 
"Jadi kita itu melihat dari dampak multidimensional, kita enggak bisa melihat ini sebagai krisis kesehatan saja, tapi juga ekonomi dan pendidikan," kata Nadiem dalam Webinar JakPost Educating The Nation 2020-2045, Rabu, 12 Agustus 2020.
 
Selain itu, dengan belajar tatap muka, pihaknya juga ingin meredam kesenjangan sosial yang semakin melebar di tengah pandemi. Selama pandemi, menurutnya, anak dengan kondisi ekonomi rendah mengalami kesulitan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan metode daring.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, menurut Nadiem, jika pembukaan sekolah tidak dilakukan, maka juga bakal berdampak terhadap perkembangan generasi bangsa. Maka dari itu, perlu penyeimbangan antara pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
 
"Kita juga memahami bahwa (pembukaan sekolah) ini selalu ada risiko, tapi ketika kita punya 50 persen yang tahan dalam PJJ, setengah dari mereka juga ada yang enggak bisa mengikuti PJJ, kesenjangan itu akan sangat lebar di Indonesia," ungkap dia.
 
Baca juga:KPAI: Banyak Siswa Terpapar Covid-19 Usai Sekolah Dibuka
 
Nadiem menjelaskan, mayoritas wilayah yang berada di zona kuning dan hijau merupakan kawasan Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T). Adapun, daerah yang tergolong 3T saat ini sebanyak 88 persen.
 
Jumlah yang besar itu menurutnya harus ditanggulangi dengan cepat. Salah satu upayanya ialah pembukaan sekolah untuk belajar tatap muka tadi.
 
Lagi pula, kata Nadiem, pembukaan sekolah itu juga dilakukan dengan ketat. Berbagai protokol disiapkan agar sekolah dapat menggelar pendidikan dengan asas kesehatan dan keselamatan.
 
"Mulai dari izin Pemda, Satgas covid daerah, check list kelengkapan protokol kesehatan, sampai kepala sekolah juga harus mempunyai izin dari komite sekolah, seperti perwakilan orang tua dan masyarakat lokal di setiap sekolah untuk memulai pembukaan sekolah. Orang tua juga dapat menolak untuk melakukan tatap muka," pungkasnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif