Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im dalam acara Simposium Nasional Aktuaria di Era revolusi Industri 4.0, Medcom.id/Intan Yunelia.
Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im dalam acara Simposium Nasional Aktuaria di Era revolusi Industri 4.0, Medcom.id/Intan Yunelia.

Program Studi Aktuaria Potensial Dikembangkan

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 06 Desember 2018 13:38
Jakarta: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan Program Studi (Prodi) Aktuaria. Melihat industri keuangan yang semakin berkembang, baik dalam negeri maupun luar negeri.
 
“Jadi prodi ini belum banyak di Indonesia. Kita perlu menambah lagi prodi-prodi dan pendidikan di bidang aktuaria,” kata Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im dalam acara Simposium Nasional Aktuaria di Era revolusi Industri 4.0, di Hotel Atlet Century, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.
 
Ia melanjutkan, sosialisasi kepada masyarakat harus digencarkan. Agar masyarakat tahu pekerjaan apa yang dibutuhkan dalam industri keuangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Upaya kita tentu mensosialisasikan ke masyarakat bahwa bidang aktuaria ini penting untuk dikembangkan dan mendukung industri finansial asuransi dan industri ,” ujar Ainun.
 
Hingga saat ini, baru ada sembilan perguruan tinggi yang sudah memiliki prodi aktuaria. Di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Pelita Harapan (UPH), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Erlangga, Universitas Katolik Parahyangan, dan lainnya.
 
Baca:Pertumbuhan Inkubator Bisnis Masih Terpusat di Jawa
 
Jenis prodi ini akan masuk dalam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau Fakultas Bisnis. “Kalau saya lihat di berbagai universitas, ada yang di bisnis dan MIPA antara dua itu,” terangnya.
 
Sementara itu, prodi ini nantinya akan dikembangkan seperti prodi aktuaria di perguruan tinggi di Kanada. Mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk belajar sekaligus bekerja dengan industri yang terintegritas.
 
“Ada model yang kita adopsi dari yang dikembangkan di Kanada yang disebut Koop. Esensinya adalah mahasiswa itu punya atau diberi kesempatan untuk intensif di industri atau pengalaman praktek industri,” papar Ainun.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi