Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Agus Sartono, Medcom.id/Intan Yunelia.
Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Agus Sartono, Medcom.id/Intan Yunelia.

Pemerintah Tempuh Tiga Jalur Perkuat SDM

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Intan Yunelia • 13 Mei 2019 20:21
Jakarta: Pemerintah dalam lima tahun ke depan fokus pada upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM). SDM yang berkualitas berimplikasi pada tingkat produktivitas nasional dengan taraf pendidikan yang tinggi.
 
Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK, Agus Sartono mengatakan, produktivitas nasional suatu negara bergantung pada kualitas SDM-nya. Sayangnya, angkatan kerja di Indonesia masih didominasi lulusan jenjang pendidikan dasar (SD/SMP).
 
"Jadi 90 persen tenaga kerja, paling tinggi lulusan SMA. Itu terjadi karenadaya tampung universitasnya terbatas. Terbayang produktivitas nasional kita lebih rendah, dibandingkan negara maju yang pendidikannya lebih banyak S1," kata Agus di saat Konferensi Pers Percepatan Peningkatan Kualitas SDM dan Guru di Kantor Kemenko PMK di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 13 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari data Badan Statistik Nasional (BPS), profil tenaga kerja indonesia 65 persen di antaranya lulusan SD dan SMA. Ditambah 25 persen lagi lulusan SMA dan SMK, dan 11 persen lulusan perguruan tinggi. Peran optimalisasi vokasi menjadi perhatian pemerintah ke depan.
 
Baca:Profil Angkatan Kerja Perlu Diubah Demi Bonus Demografi
 
Ada tiga upaya yang akan ditempuh.Yaitu jalur pelatihan dan kursus yang ditangani BLK, kedua melalui revitalisasi SMK, dan Revitalisasi Politeknik. Jadi kita akan meningkatkan SDM kita di tiga jalur ini," jelas Agus.
 
Berkaca dari negara-negara maju, jumlah politeknik vokasi setara dengan perguruan tinggi. Sayangnya, di Indonesia jumlah keseluruhan SMK masih belum banyak yang terintegrasi dengan industri.
 
Akibatnya,penyerapan angkatan tenaga kerja lulusan SMK minim. "Nah sudah berjalan dua tahun ini mengembangkan SMK Industri bekerja sama dengan Kemendikbud dan Kemenperin, melibatkan 855 industri. Ini output-nya akan lulus sekarang. Mudah-mudahan link and match-nya akan terlihat di situ," jelas Agus.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif