Yudisium calon wisudawan insinyur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa 23 April 2019. UMM/Humas.
Yudisium calon wisudawan insinyur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa 23 April 2019. UMM/Humas.

Indonesia Krisis Tenaga Insinyur

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Daviq Umar Al Faruq • 23 April 2019 20:49
Malang: Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto menyebutkan, Indonesia mengalami krisis tenaga insinyursaat ini. Kebutuhan insinyur sangat mendesak, untuk menopang pembangunan infrastruktur yang kini tengah gencar dilakukan di Indonesia.
 
Heru mengatakan, untuk mengatasi masalah itu, sebanyak 40 perguruan tinggi (PT) di Indonesia telah mendapat mandat dari PII untuk menyelenggarakan program profesi insinyur. Namun puluhan kampus tersebut juga belum juga mampu memenuhi jumlah insinyur yang dibutuhkan.
 
“Lulusan sarjana teknik di Indonesia baru sekitar 60ribu orang per tahun. Jika diasumsikan, setiap PT dapat menghasilkan seratus insinyur. Itu artinya dari empat puluhan PT tersebut, hanya bisa menghasilkan 4.000 insinyur" katanya saat Yudisium 12 calon insinyur baru dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa, 23 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal setidaknya, dalam sepuluh tahun ke depan Indonesia membutuhkan sekitar 650 ribu orang insinyur Heru menjelaskan setidaknya ada dua faktor yang menghambat minimnya sarjana teknik yang bisa menjadi insinyur di Indonesia.
 
Pertama, rendahnya minat masyarakat untuk menempuh Program Profesi Insinyur. Kedua, kapasitas daya tampung dari PT yang sangat terbatas.
 
Baca:UMM Janjikan Pemenang Kontes Robot Bebas Skripsi
 
"Masalah inilah yang sedikit banyak menghambat pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini,” tutur alumnus University of Leeds, Inggris ini.
 
Oleh karena itu, pria yang menyandang gelar doktor dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) itu bakal mendorong beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk mencetak lulusan insinyur yang potensial. Terutama perguruan tinggi di luar dari 40 perguruan tinggi yang sudah menerima mandat PII.
 
"Terlebih, ikut serta membantu memenuhi kebutuhan Indonesia untuk penyediaan jumlah lulusan insinyur yang dibutuhkan," ungkapnya.
 
Sementara itu, Wakil Rektor I UMM, Syamsul Arifin mengajak para calon wisudawan insinyur di kampusnya untuk melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya. “Pendidikan di Indonesia harus terus berkembang,“ pesannya.
 
Selain meluluskan program insinyur, acara Yudisium ini juga meluluskan 147 mahasiswa fakultas teknik dari program Sarjana hingga Diploma 3 (D3).

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif