Sekolah Bagikan 9.000 Buku Tulis

Sekolah SWA Tanamkan Siswa Semangat Berbagi di Ramadan

04 Juni 2018 08:10 WIB
Ramadan 2018
Sekolah SWA Tanamkan Siswa Semangat Berbagi di Ramadan
Siswa Sinarmas World Academy (SWA) saat berbagi bingkisan Ramadan di Madrasah. Foto: Humas SWA
Jakarta: Sinarmas World Academy (SWA) meningkatkan penerapan nilai pendidikan karakter di sekolah sepanjang Ramadan.  Tidak hanya menggelar bakti sosial, namun juga program berbagi lainnya yang bersifat materi maupun non-materi.

Kegiatan bakti sosial dilakukan siswa dan guru di sejumlah sekolah di wilayah Tangerang Selatan. Diharapkan para siswa SWA belajar tentang keistimewaan bulan Ramadan dan semangat berbagi.


"Ada sekitar 9 ribu buku tulis Sinar Dunia kami bagikan ke 9 sekolah dasar (SD) negeri di lingkungan terdekat SWA," kata Corporate Communication SWA, Sofia Tanuwaty dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin, 4 Juni 2018. 

Ditambahkan, SWA juga memberi donasi 480 Alquran ke 5 masjid di lingkungan sekitar sekolah. "Semoga donasi ini bisa memberi manfaat bagi warga," ujarnya.

Sofia mengemukakan, bakti sosial selama Ramadan merupakan program rutin yang digelar SWA setiap tahunnya. Lewat kegiatan tersebut siswa diperkenalkan dengan makna berbagi kepada sesama.

"Sebelum kegiatan, siswa diminta untuk mengumpulkan makanan, uang atau pakaian masih layak pakai untuk disumbangkan. Sumbangan tersebut kemudian disalurkan pihak yang membutuhkan," katanya.

Namun, lanjut Sofia, diupayakan sumbangan tersebut dibagikan ke sekolah atau panti asuhan seputar sekolah. Dengan demikian, masyarakat sekitar sekolah merasakan manfaat atas keberadaan SWA.

"Selain sekolah dan masjid, bantuan juga disalurkan ke Yayasan Panti Asuhan Yatim dan Duafa, Maktabul Aitam dan Madrasah Ibtidaiyah (Mia) Tarbiyatul Islamiyah di Serpong," tuturnya.

Kegiatan berbagi, menurut Sofia, sebenarnya bukan hal baru bagi siswa SWA. Karena SWA memiliki program rutin yang dilakukan siswa sekolah menengah atas (SMA) SWA berupa kelas bahasa Inggris gratis di sejumlah sekolah di lingkungan sekitar SWA.

"Peserta kelas bahasa Inggris ini selalu penuh. Karena cara mengajar siswa sangat menyenangkan. Kelas ini digelar setiap Kamis dan Jumat. Ini merupakan bentuk sumbangan non-materi yang dilakukan siswa sejak 3 tahun terakhir," ujarnya.

Seperti dikemukakan Farha, salah satu siswa pengajar kelas Inggris. Ia mendaftar dalam program, karena ingin berbagi ilmu. Bahkan setelah kelas Inggris usai, para siswa tak keberatan dilatih bermain basket.

"Saya suka sekali mengajar di MI Tarbiyatul Islamiah, karena peserta rajin dan antusias dalam mengikuti kelas,"  kata Farha menandaskan.


 



(CEU)