Ilustrasi. Foto: MI/Pius Erlangga
Ilustrasi. Foto: MI/Pius Erlangga

IKJ Memotret Kajian Seni Rupa di Pusaran Urban

Pendidikan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi IKJ
Citra Larasati • 22 September 2021 20:37
Jakarta:  Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta (FSR IKJ) sukses menggelar Seminar Nasional bertajuk 'SENI RUPA di PUSARAN URBAN: Kajian Seni Rupa Urban dalam Perspektif Kreativitas, Wacana Kritis, Ilmu-ilmu Sosial, dan Humaniora. 
 
Sebagai Perguruan Tinggi Seni pertama yang lahir di kota Jakarta, tahun 1970, fenomena urban bukan merupakan hal baru karena sudah terinternalisasi dalam gerak kehidupan kota Jakarta sebagai pusat pemerintahan. Pun demikian dengan karya-karya yang diciptakan para dosen, mahasiswa dan alumni, tak luput dengan semangat urban.
 
Dekan FSR IKJ, Anindyo Widito mengatakan, budaya urban tumbuh karena berkembangnya hasrat untuk merespons fenomena yang terjadi berkaitan dengan kompleksitas dalam masyarakat perkotaan. "Geliat serta dinamika tampilan karya seni perkotaan berupaya mengungkap permasalahan yang mendominasi masyarakat urban," kata Anindyo dalam keterangannya, Rabu, 22 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemilihan tema Pusaran Urban sejalan dengan visi dan misi IKJ yaitu, menjadi perguruan tinggi seni yang bermartabat di bidang seni urban dan industri budaya dan kompetitif di tingkat nasional dan global.  Menurut Anindyo, seminar yang digelar Selasa, 21 September 2021 ini tak hanya jadi ajang berdiskusi, berkomunikasi, dan interaksi antara akademisi, sejarawan seni, praktisi seni dalam mengkritisi pertumbuhan kota urban melalui peran seni rupa publik.
 
Namun juga menemukenali potensi dan karakteristik seni rupa di kota-kota berbasis budaya urban.  Juga meningkatkan kesadaran dalam mengkaji permasalahan seni rupa urban melalui berbagai pembelajaran, kajian dan metodologi. 
 
Baca juga:  Nadiem Tengok Pendidikan Suku Anak Dalam di Jambi
 
Para pembicara yang hadir dalam seminar ini di antaranya Seno Gumira Ajidarma, M.Hum. (Akademisi IKJ, Ketua Akademi Jakarta); Dr. Suwarno Wisetrotomo, M.Hum. (Akademisi ISI Yogyakarta, Kurator GNI); Lenny Agustin, M.Sn. (Akademisi IKJ, Fashion Desainer dan Peneliti); Anwar Jimpe Rachman (Praktisi Seni, Kurator Tanahinide, Makasar).
 
Keterlibatan pembicara dari luar Jawa dan Bali merupakan komitmen FSR IKJ, dalam mencermati bahwa perkembangan seni rupa modern-kontemporer bukan hanya berporos di Jawa dan Bali. Sebagai negara kepulauan bangsa Indonesia menjadi bagian tak terpisahkan dalam bentang spirit KeNusantaraan.
 
Anindyo mengatakan, bahwa karya seni rupa perkotaan merupakan respons terhadap kondisi dan situasi permasalahan kehidupan urban, terutama pada masa pandemi ini. Dampaknya terlihat dari banyaknya fenomena-fenomena baru yang bermunculan dan terbukanya ruang-ruang tanpa batas untuk dieksplorasi.
 
Menurutnya, kreativitas memiliki jalannya sendiri untuk bergerak. Perwujudan hasil kreativitas di pusaran urban, terutama dalam situasi sekarang ini melahirkan banyak karya-karya baru yang unik dan beragam.
 
Karya-karya tersebut terepresentasi dalam semua media, baik ruang virtual, realitas, maupun ruang publik, menjadikan identitas baru pada gaya, konsep, maupun tekniknya. "Perkembangan yang sangat dinamis pada seni perkotaan merupakan tantangan tersendiri untuk dikaji dan didiskusikan," terangnya.
 
Seminar Nasional ini diharapkan dapat menjadi tolok ukur dari karakteristik seni urban itu sendiri, dan sebagai ilmu pengetahuan baru di bidang seni urban. "Semoga hasil diskusi para pakar pada acara ini akan dapat membuka wacana baru bagi para sivitas academica, seniman, maupun masyarakat umum mengenai seni rupa urban," terangnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif