Dirjen Pendis Kemenag,  Muhammad Ali Ramdhani. Foto: Dok. Kemenag
Dirjen Pendis Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani. Foto: Dok. Kemenag

Peningkatan Kualitas Madrasah Jawab Kebutuhan Dunia Kerja

Pendidikan Madrasah
Citra Larasati • 27 November 2020 20:21
Bandung:  Madrasah saat ini merupakan lembaga yang dipandang layak dan ideal sebagai tempat mendidikan dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM).  Salah satunya karena mempunyai nilai lebih di samping mendidik ilmu-ilmu umum lainnya seperti perilaku alumninya yang sudah terjun di masyarakat maupun di dunia kerja. 
 
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, bahwa proses pembelajaran di madrasah bukan hanya sekadar bersekolah, namun juga belajar. Pasalnya, proses pembelajaran di madrasah adalah learning
 
"Kalau kita Sekolah itu just schooling, orang itu tidak hanya bersekolah tapi orang itu belajar. kita itu learning,” kata Dhani saat Workshop Penguatan Kompetensi Guru dan Kepala Madrasah Plus Keterampilan di Bandung, Jawa Barat, dikutip dalam siaran pers, Jumat, 27 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Dirjen jebolan ITB Bandung ini menjelaskan, bahwa muara dari peningkatan SDM,sebuah lembaga pendidikan termasuk madrasah dapat dilihat dari peran alumninya. Alumni itu akan dituntut untuk menjawab tiga hal yang diringkas dengan ungkapan pertanyaan atau dalam istilah bahasa lain ASK.  
 
Huruf A adalah attitude, bagaimana perilaku kaseharian para alumni madrasah. Sebab hal tentang attitude inilah yang memang menjadi nilai lebih yang dipercaya masyarakat untuk menyekolahkan ke madrasah.
 
Baca juga:  Nadiem: Lucu Kalau Membangun Pendidikan Tak Boleh Ambil Risiko
 
"Sebleum Saya jadi Dirjen, semua proses anak Saya di ada madrasah, karena soal tuntutan pertama attitude tadi, minimal cium tangan itu tidak di kening, cium tangan beneran,” tukas Dirjen seraya berkelakar. 
 
Berikutnya S-nya itu skill atau keterampilan dan K yaitu knowledge. Jadi setelah attitude kita masuk ke ruang keterampilan, yang kemudian kita menyapanya menjadi madrasah Aliyah Plus Keterampilan.   Maka, lanjut Dhani, pihaknya berkeinginan agar setiap alumni madrasah menjadi insan yang siap terjun dalam masyrakat dengan dinamika apapun.
 
Jika kelak alumni itu melanjutkan kuliah dia juga akan sanggup mengikuti.  Lalu, lanjutnya lagi, saat alumni terjun di masyarakat ia senantiasa mampu menjadi entrepreneur, miliki keterampilan khusus dan khas. Kemudian jika di tempat kerja, dia juga mempunyai keterampilan yang utuh. 
 
“Inilah kita ingin menciptakan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan. Jadi penguatannya pada relevansi.” Papar Dhani.
 
Ia juga menyinggung bahwa tahun-tahun sebelumnya, keunggulan madrasah tidak sekadar di bidang agama saja, namun madrasah pernah menang dalam PISA, penilaian yang didasarkan pada kemampuan literasi baca dan sains siswa di seluruh dunia. 
 
Salain itu, dalam pesannya Dhani berharap, para kepala madrasah yang hadir mempunyai mental tata kelola yang baik untuk perkembangan institusi madrasah agar terus menanjak.
 
“Saya baru saja terpukul dengar kabar tidak nyaman, ada pejabat tertangkap KPK dan kejadian lainnya yang membuat kita semua tidak nyaman,” ucap Dhani. 
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif