Kampus ITS. Foto: Dok. ITS
Kampus ITS. Foto: Dok. ITS

Gandeng Belgia, ITS Gali Potensi Teknologi Kesehatan

Pendidikan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi ITS
Citra Larasati • 28 Februari 2021 20:51
Jakarta:  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Direktorat Kemitraan Global (DKG) menjalin kolaborasi dengan VIVES University of Applied Sciences Belgia (VIVES).  Selama tiga bulan, sejak 12 Februari 2021.  Mahasiswa dari kedua institut ini akan berkolaborasi merancang inovasi untuk dunia medis.
 
Direktur Kemitraan Global ITS, Maria Anityasari menyebutkan, bahwa program International Competences in Healthcare Technology ini melibatkan 31 mahasiswa ITS dari Departemen Teknik Biomedik dan Departemen Desain Produk Industri. Sementara itu, wanita yang akrab disapa Maria ini menambahkan, VIVES sendiri memboyong 17 mahasiswa dari Departemen Teknologi Kesehatan milik mereka.
 
Maria menyebutkan, kolaborasi kedua kampus ini bukan sekadar memperkuat kerja sama internasional ITS, melainkan juga untuk memajukan umat manusia.  Bukan tanpa alasan, wanita berkacamata ini melanjutkan, peserta ditargetkan mampu melahirkan prototipe produk inovasi kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Yang mana hal tersebut merupakan luaran utama dari program kolaborasi kami,” ujarnya. 
 
Baca juga:  Uni Eropa Perkuat Kolaborasi dengan Universitas di Indonesia
 
Sementara ini Maria menambahkan, produk-produk yang akan dirancang di antaranya ialah teknologi untuk pasien pasca operasi, amputasi, oftalmoskopi, rehabilitasi pascastroke, penyandang disabilitas mobilitas, serta untuk penyandang gangguan penglihatan. Setelah produk tersebut jadi, ITS akan menyalurkannya ke beberapa rumah sakit di Surabaya dan sekitarnya.
 
“Seperti RSUD Dr Soetomo, RS Universitas Airlangga, hingga RS Sumberglagah Mojokerto,” imbuhnya.
 
Secara garis besar, program internasional ini akan dipenuhi dengan tujuh pertemuan berupa sesi kick off, diskusi, sesi kebudayaan, hingga presentasi akhir. “Sesi kebudayaan sendiri akan menampilkan pertunjukan tari tradisional dan edukasi Bahasa Indonesia bagi mahasiswa VIVES,” sambung dosen Departemen Teknik Sistem dan Industri ITS ini.
 
Ke depannya, Maria berharap agar program sejenis ini dapat terus digalakkan oleh ITS. Hal tersebut lantaran, kegiatan seperti ini mampu menjadi jembatan penghubung antara ITS dengan perguruan tinggi internasional. “Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi wujud pengabdian ITS bagi masyarakat,” pungkasnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif