Diskusi tentang 'Tingkat Pengetahuan Pemilih (Mahasiswa) Mengenai Elemen Teknis Pemilu' di Media Center Bawaslu, Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Medcom.id/Intan Yunelia.
Diskusi tentang 'Tingkat Pengetahuan Pemilih (Mahasiswa) Mengenai Elemen Teknis Pemilu' di Media Center Bawaslu, Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Medcom.id/Intan Yunelia.

Pilpres 2019, Milenial Belum "Kantongi" Pilihan

Pendidikan pemilu serentak 2019 Pendidikan Tinggi
Intan Yunelia • 16 Januari 2019 17:54
Jakarta:Pasangan Calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden diminta untuk menampung aspirasi para pemilih milenial (usia 17-35 tahun). Saat ini pilihan kelompok milenial masih mengambang terhadap kedua pasangan capres-cawapres.
 
Wakil Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik FISIP (Puskapol) Universitas Indonesia (UI), Hurriyah mengatakan, saat melakukan kajian Puskapol terhadap pemilih pemula dari mahasiswa Fisip Jabodetabek, mereka belum mengantongi capres-cawapres yang akan dipilih. Banyak pertimbangan yang membuat mereka belum menentukan pilihan.
 
"Kata mereka, kami ingin kandidat dan tim sukses (timses)-nya itu datang dan kemudian mendengar. Tapi minimal melakukan survei yang diinginkan oleh pemilih milenial itu apa sih," kata Hurriyah saat diskusi tentang 'Tingkat Pengetahuan Pemilih (Mahasiswa) Mengenai Elemen Teknis Pemilu' di Media Center Bawaslu, Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa 15 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para pasangan calon harus memberikan program nyata. Bukan hanya mengandalkan tampilan seolah-olah berpihak ke kelompok milenial.
 
Baca:Mahasiswa dan Pelajar Minim Pengetahuan Pemilu 2019
 
"Jadi dalam Focus Group Discussion (FGD) kemarin, mereka bilang kami akan lihat kira-kira nanti siapa kandidat yang akan memberikan program khusus yang sesuai dengan kebutuhan kami," ujar Hurriyah.
 
Staf pengajar di Departemen Ilmu Politik FISIP UI ini mengatakan, suara pemilih milenial pada pemilu 2019 ini tergantung dari bagaimana perilaku para kandidat. Apakah menggandeng mereka atau tidak.
 
"Penggunaan hak pilih kelompok pemilih pemula ini posisinya saat ini masih menunggu jadi masih wait and see. Apakah mereka akan menggunakan hak pilihnya atau tidak," pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif