Group Putri Santa Ursula Brass & Percussion Esemble menujukan kebolehannya membawakan beberpa lagu saat GR di Galeri Kesenian Jakarta (GKJ), MI/Mohamad Irfan.
Group Putri Santa Ursula Brass & Percussion Esemble menujukan kebolehannya membawakan beberpa lagu saat GR di Galeri Kesenian Jakarta (GKJ), MI/Mohamad Irfan.

Indonesia akan Punya Opera House Sekelas Sidney

Pendidikan kebudayaan
Antara • 18 Maret 2019 19:04
Solo: Sebagai bentukkepedulian pemerintah terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia,dalam waktu ini pemerintah berencana bisa membangun tempat keseniansekelas Opera House yang ada di Sidney.
 
"Bayangkankalau mahasiswa ISI (Institut Seni Indonesia)bisa pentas di situ. Saya juga melihat dedikasimahasiswa ISI terhadap kesenian dan kebudayaan Indonesia luar biasa,"kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia danKebudayaan (PMK) RI, Puan Maharani, saat mengisi Kuliah Umum dengan tema "InovasiSeni Menuju Indonesia Maju dan Berbudaya di Era Industri4.0" di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta,Senin, 18 Maret 2019.
 
Dalam kesempatan yang sama, Puan juga menyatakan pemerintah akan mengalokasikan anggaran untuk dana abadi kebudayaan, yang nilainya mencapai minimal Rp5 triliun. "Saat ini saya minta agar dicek oleh Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan). Harapannya bisa lebih dari itu, bisa sampai Rp50 triliun," kata Puan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan dana abadi kebudayaan ini untuk menjaga kearifan lokal dan kebudayaan yang ada di Indonesia. Meski demikian, untuk mekanisme pemanfaatannya tengah dalam pembahasan dengan Mendikbud.
 
Baca:Ma'ruf Siapkan Dana Abadi Kebudayaan
 
Puan mengatakan program tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap perkembangan kebudayaan di dalam negeri. "Dengan program ini diharapkan pula minat anak bangsa terhadap kebudayaan bisa tersalurkan," jelas Puan.
 
Ke depan, pihaknya akan makin serius memberikan bantuan kepada ISI Surakarta agar makin berkembang. "ISI harus dibantu agar lebih baik dari sekarang, salah satunya melalui bidik misi. Selain itu, mudah-mudahan dapat tambahan beasiswanya. Bagaimanapun juga keberadaan ISI sangat penting karena kalau tidak ada anak muda yang punya dedikasi budaya maka Indonesia pelan-pelan akan tergerus oleh modernisasi," tutur Puan.
 
Di sisi lain, kata Puan, kearifan lokal dan kebudayaan tidak boleh dihilangkan pakemnya. "ISI ini punya tanggung jawab untuk memastikan itu. Gamelan Jawa ya Jawa, tidak boleh ngawur," tutupnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif