Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB-PTKIN) 2026 sukses merampungkan tahapan krusial dalam proses seleksi nasional.
Tingginya angka pendaftar ini selaras dengan hasil survei minat siswa yang menunjukkan tren positif terhadap institusi pendidikan Islam. Sebanyak 97,3 persen responden meyakini bahwa PTKIN memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, sementara 96,7 persen responden menilai prospek kerja lulusan PTKIN sangat kompetitif di dunia kerja.
Ketua PMB-PTKIN 2026, Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Ag., menyatakan bahwa proses seleksi SPAN-PTKIN berjalan transparan dan akuntabel. "Masyarakat menaruh kepercayaan besar pada PTKIN karena kombinasi basis keagamaan yang kuat dan biaya pendidikan yang terjangkau," ujarnya dalam siaran persnya, Sabtu, 4 April 2026.
Tahun ini, PMB-PTKIN juga memperkenalkan inovasi strategis berupa pemetaan kesehatan mental bagi calon mahasiswa. "Ini adalah wujud komitmen kami bahwa PTKIN tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga peduli pada kesejahteraan psikologis calon pemimpin masa depan," tambah Aziz.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Suyitno, mencatat pencapaian unik pada tahun ini. Untuk pertama kalinya, jumlah pendaftar dari Madrasah di bawah naungan Kementerian Agama melampaui jumlah pendaftar dari sekolah umum.
"Ini menandakan bahwa ekosistem pendidikan kita semakin solid. Lulusan PTKIN saat ini juga telah dirancang agar memiliki kualifikasi yang diakui secara internasional, memudahkan mereka untuk melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi ternama di luar negeri, termasuk ke Inggris," ungkap Suyitno.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, turut memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian PTKIN yang mulai menduduki peringkat perguruan tinggi terbaik dunia. Ia menekankan bahwa pencapaian ini adalah momentum fundamental bagi PTKIN untuk memperkuat reputasi global.
“Banyak PTKIN kita yang kini mencatatkan prestasi signifikan dalam peringkat global. Kami mendorong universitas seperti UIN Jakarta dan UIN Jogja untuk terus bertransformasi, termasuk menjadi PTN Badan Hukum (PTNBH), guna membangun reputasi yang lebih kokoh di mata internasional,” tegasnya.
Pihaknya juga mendorong agar kualitas pendidikan PTKIN yang terjangkau ini dipromosikan kepada para Duta Besar negara sahabat agar semakin banyak mahasiswa internasional yang belajar di Indonesia.
Dengan berakhirnya tahapan sidang kelulusan ini, seluruh data kini sedang diproses oleh sistem untuk memastikan validitas hasil sebelum diumumkan kepada publik pada tanggal 7 April mendatang.
| Baca juga: Daftar SPAN-PTKIN 2026, Intip 30 Prodi Pilihan di UIN Jakarta! Mayoritas Akreditasnya A Lho |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News