Mendiktisaintek, Brian Yuliarto. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Dapat Tambahan Anggaran jadi Rp 82 Triliun, Ini Prioritas Kemendiktisaintek pada 2027

Ilham Pratama Putra • 22 Juni 2026 09:11
Ringkasnya gini..
  • Kemendiktisaintek mendapat tambahan anggaran Rp17,18 triliun sehingga total anggaran 2027 menjadi Rp82,02 triliun.
  • Perubahan anggaran mencakup kenaikan BOPTN menjadi Rp650 miliar, pergeseran anggaran, dan dukungan PTS Rp200 miliar.
  • Dana tambahan diarahkan untuk beasiswa, kualitas tridharma, kampus kelas dunia, dan penguatan ekosistem sains teknologi.
Jakarta: Komisi X DPR RI menyetujui sejumlah penyesuaian dan tambahan anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Anggaran tersebut yang akan digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas pendidikan tinggi.
 
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyebut tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan pada 3 sektor.  Mulai dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) hingga  program pengembangan Perguruan Tinggi Swasta. 
 
Berikut daftar sektor perubahan pagu indikatif Kemendiktisaintek 2027:

BOPTN Naik Menjadi Rp650 Miliar

Alokasi bantuan operasional perguruan tinggi negeri meningkat dari Rp325 miliar menjadi Rp650 miliar. Anggaran tersebut naik dua kali lipat jika dibandingkan alokasi pada 2026. 

"Pada program pendidikan tinggi bantuan operasional perguruan tinggi atau BOPTN sebesar 325 miliar dialokasikan menjadi 650 miliar," ujar Mendiktisaintek, Brian Yuliarto dalam Raker Komisi X DPR RI, dikutip Kamis 18 Juni 2026. 
 
Brian mengatakan perubahan alokasi tersebut merupakan bagian dari penyesuaian pagu indikatif Kemendiktisaintek. Menurut dia, tambahan anggaran tersebut diharapkan dapat memperkuat operasional perguruan tinggi negeri. 
 
"BOPTN sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi," lanjutnya. 
 
Kenaikan anggaran BOPTN menjadi salah satu perubahan penting dalam struktur anggaran Kemendiktisaintek pada 2027. Dimana pada kesempatan tersebut, Komisi X DPR RI juga telah menyetujui adanya tambahan anggaran Kemendiktisaintek 2027. 

Pergeseran Anggaran Sekretariat Jenderal Rp150 Miliar

Terdapat penyesuaian alokasi anggaran pada unit Sekretariat Jenderal Kemendiktisaintek. Anggaran tersebut akan disalurkan pada program yang ada di Dirjen Pendidikan Tinggi. 
 
Baca juga: PTS Bakal Glow Up! Kemendiktisaintek Siapkan Rp200 Miliar Biar Jadi Kelas Dunia
 

Pembinaan PTS dan World Class University Rp200 Miliar

Pemerintah menyiapkan dana khusus untuk memperkuat perguruan tinggi swasta dan mendorong kampus menuju standar internasional. Program ini menjadi salah satu fokus Kemendiktisaintek dalam meningkatkan daya saing pendidikan tinggi nasional. 
 
Selain memperkuat tata kelola dan mutu akademik, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan reputasi kampus Indonesia di tingkat internasional. "Pemerintah juga menilai penguatan PTS penting karena sebagian besar mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta," imbuhnya. 
 
Komisi X DPR RI, menyetujui tambahan anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) pada tahun 2027. Adapun besaran tambahan anggaran yang disetujui adalah sebesar Rp 17,18 triliun. 
 
"Komisi X DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran Rp 17,18 triliun," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian dalam Raker Komisi X dikutip Senin 22 Juni 2026. 
 
Adapun sebelumnya, anggaran Kemendiktisaintek dalam pagu indikatif 2027 sebesar Rp 64,84 triliun. Dengan tambahan anggaran yang disetujui, maka total anggaran Kemendiktisaintek menjadi Rp 82,02 triliun pada 2027. 
 
Lalu menjelaskan, penambahan usulan itu disetujui karena Kemendiktisaintek memegang banyak program strategis. Dengan anggaran sebelumnya, ia meyakini hal itu tidak memadai. 
 
"Komisi X DPR RI menyampaikan bahwa alokasi anggaran tersebut tidak memadai, karena alokasi anggaran yang diusulkan belum mampu mendukung pemenuhan berbagai amanat, sasaran, dan target prioritas," terang Lalu. 
 
Ia menjelaskan, masih terdapat sejumlah program penting yang memerlukan penguatan dukungan anggaran. Di antaranya Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK), hingga berbagai program peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
 
Baca juga: Anggaran BOPTN 2027 Naik 2 Kali Lipat Jadi Rp650 Miliar, Kampus Negeri Makin Tajir?

Selain itu, Komisi X juga menaruh perhatian pada keberlanjutan tunjangan profesi dosen non-PNS, penguatan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), pembinaan perguruan tinggi melalui LLDIKTI. Termasuk revitalisasi rumah sakit pendidikan dan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), serta penguatan jurnal ilmiah dan ekosistem sains dan teknologi di perguruan tinggi.
 
“Program di Kemdiktisaintek yang belum terpenuhi antara lain Program KIP Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia, Beasiswa ADIK, program pendukung peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi dan iptek, hingga tunjangan profesi dosen non-PNS, BOPTN, BOPT, dan fasilitasi pembinaan kelembagaan melalui LLDIKTI,” jelas politisi Fraksi PKB tersebut.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA