SMA 1 PSKD Tingkatkan Kemampuan Akademis Siswa dengan Game Online

Husen Miftahudin 22 Februari 2018 11:42 WIB
pendidikan
SMA 1 PSKD Tingkatkan Kemampuan Akademis Siswa dengan <i>Game Online</i>
Seorang siswa SMA 1 PSKD bermain game online di sekolah didampingi Kepala Sekolah Yohannes P Siagian, Medcom.id - Husen Miftahudin
Jakarta: Tak selamanya bermain game online membawa dampak negatif. Di SMA 1 PSKD Jakarta Pusat, siswa justru bisa bermain dan belajar teknik-teknik game online seperti League of Legends hingga Dota 2.

Kepala SMA 1 PSKD Yohannes P Siagian menyebut game-game online dipelajari dengan program pembinaan eSports. Bahkan program sekolah yang baru diluncurkan pada awal 2016 itu berimplikasi pada mata pelajaran yang diampu siswa.


"Jadi kita merancang program sebisa mungkin supaya anak-anak bisa menggunakan skill atau pengetahuan mereka di bidang minat bakat mereka untuk menambah pendidikan akademiknya. Seperti bidang musik misalnya, meskipun dianggap sebagai hiburan dan hobi, tapi musik juga punya konsep Fisika dan Matematika," jelas Yohannes kepada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 21 Februari 2018.

Program eSports di SMA 1 PSKD tak hanya membekali kemampuan bermain, namun juga mengajari siswa tentang teknologi, manajemen waktu, dan kerja sama tim. Ada empat game online yang bisa dipelajari siswa yakni League of Legends, Dota 2, Overwatch, dan Counter-Strike: Global Offensive (CS: GO).


(Gerbang SMA 1 PSKD Senen, Jakarta Pusat, Medcom.id - Husen Miftahudin)

"Memang ada empat game yang kita jalankan di program pembinaan eSport. Tapi pada dasarnya kalau ada siswa yang ingin mendalami game tertentu, bisa juga," tegasnya.

Menurut Yohannes, program pembinaan bertujuan untuk membantu mengembangkan hobi dan minat para siswa. Pasalnya hobi dan ilmu akademik saling mengisi satu sama lain, bila keduanya dibangun maka akan memotivasi siswa menuju tangga kesuksesan pada karir mereka masing-masing.

"Kunci utama anak sukses bukan pintar, tapi motivasi lewat usaha mereka. Dan anak yang melatih keahlian bidang-bidang sekunder itu lebih tinggi hasil akademiknya, karena otak seperti otot yang bila tidak dilatih dan digunakan tidak akan berkembang," tegas dia.

SMA 1 PSKD punya laboratorium khusus eSports yang memiliki 14 komputer spesifikasi tinggi. Bahkan pihak sekolah dengan beberapa produsen peranti komputer terkemuka Tanah Air tengah bernegosiasi untuk menjadi sponsor penyedia alat gaming dan memperbesar laboratorium eSports.

Saat ini program eSports diikuti oleh 16 orang siswa. Dalam seminggu, mereka punya jadwal pertemuan sebanyak empat hingga lima kali.

Pembina program eSports pun berasal dari kalangan gamer yang punya kualifikasi tinggi. Meskipun begitu, ada juga beberapa pembina yang berasal dari guru mereka sendiri.

"Kita punya salah satu pembina eSports dari guru coding, jadi ada beberapa staf guru kita jadi pembina tapi memang mereka punya qualified. Kita juga punya pembina dari luar yang punya banyak pengalaman di dunia profesional," pungkas Yohannes.



(RRN)