Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro. Foto:  Medcom.id/Intan Yunelia
Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

Indonesia-Malaysia Teken Kerja Sama Riset Neurosains

Pendidikan Pendidikan Tinggi Riset dan Penelitian
Intan Yunelia • 13 Desember 2019 15:59
Jakarta: Peneliti Malaysia mengadakan kunjungan belajar ke Universitas Indonesia (UI). Kunjungan tersebut dalam rangka pembicaraan kerja sama antara perguruan tinggi Malaysia dan Indonesia untuk pengembangan riset di bidang neurosains.
 
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mendukung penuh kerja sama kedua negara. Kedua negara saling tukar pengalaman dan keunggulan riset masing-masing.
 
"Diharapkan kolaborasi riset ini bisa memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang terkait dengan neurosciences dan kami (pemerintah) intinya adalah ingin mendorong kolaborasi riset," kata Bambang usai diskusi Kunjungan Tim Peneliti Malaysian Society of Neurosciences (MSN) and Ind Neuroscience Institute (INI) Research Collaboration, di Fakultas Kedokteran UI, Jalan Salemba Raya, Jakarta, Jumat 13 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua negara, terang Bambang, memilki dua isu yang tak jauh berbeda, selain sebagai sesama anggota ASEAN juga karena sama-sama beriklim tropis. Sehingga riset yang dikembangkan tak hanya dari bidang kedokteran namun bidang lainnya.
 
"Jadi kita melihat ini adalah suatu pola yang ideal nantinya akan kita kembangkan juga di bidang-bidang lain baik di dalam sesama kedokteran maupun di luar bidang kedokteran," ujar Bambang.
 
Mantan Kepala Bappenas itu menambahkan, kerja sama semacam ini perlu dikembangkan di bidang-bidang lainnya. Tantangan di dunia riset Kesehatan semakin kompleks dan dibutuhkan kolaborasi untuk mencari solusinya.
 
"Tentunya kita juga harus sadar bahwa masih banyak penyakit yang ada di Indonesia baik menular atau tidak menular tentunya harus dilakukan penelitian mendalam supaya penyakit-penyakit itu tentu harus ditemukan cara menangkal dan mencegah," imbuhnya.
 
Kerja sama ini diminta untuk ada target dan progress apa yang ingin dicapai. Sehingga menghasilkan kerjasama yang solutif bagi pengembangan riset kedua negara.
 
"Tapi harus jelas targetnya apa dalam waktu tertentu supaya kolaborasi ini tidak hanya sekedar menjadi ajang sekedar cari tau atau informasi tapi bersama-sama untuk mencapai sesuatu," tutur Bambang.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif