SIswa SMK tengah magang di Pabrik Casio di Thailand. Foto: Kemendikbud/BKLM
SIswa SMK tengah magang di Pabrik Casio di Thailand. Foto: Kemendikbud/BKLM

Bos Pabrik Jam di Thailand Puji Kualitas Siswa SMK Indonesia

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Intan Yunelia • 01 Desember 2019 16:15
Jakarta: Sebanyak 20 Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Indonesia mengikuti program magang di pabrik Casio Thailand.Selama proses magang, siswa SMK ini dipuji karena menunjukkan prestasi yang sangat memuaskan, baik dalam kecepatan, maupun pemahaman terhadap materi yang diberikan baik teori maupun praktik.
 
General Manager Casio Computer Thailand, Puchong mengakui kemampuan dan kapasitas siswa SMK asal Indonesia selama program pemagangan dapat diandalkan.“Kami memberikan beragam materi dan kami berikan sesuai target yang kami miliki, tidak ada perbedaan dengan staf kami pada umumnya, agar para siswa ini mendapatkan gambaran untuk siap menghadapi tuntutan dunia pekerjaan nantinya,” kata Puchong, dalam siaran pers saat kegiatan monitoring program magang Siswa SMK kerjasama dengan Kemendikbud dengan Casio Thailand, Minggu, 1 Desember 2019.
 
Puchong terkejut, siswa SMK begitu cekatan menangkap dan memahami dengan cepat dan baik pelajaran yang diberikan. Menurutnya, para siswa SMK ini memiliki dedikasi dan semangat bekerja yang baik dan menunjukkan performa yang memuaskan dalam setiap tugas yang diberikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami sudah memberikan banyak pelatihan bagi para staf kami, dan selama dua periode pelaksanaan magang ini, kami menemukan para siswa asal Indonesia dapat dengan mudah menangkap dan memahami setiap materi magang yang diberikan,” ujarnya.
 
Peserta magang asal SMK Negeri 7 Semarang, Jawa Tengah, Fahri Andriansyah mengatakan, program magang ini menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya. Menurutnya, pembekalan dari sisi kesiapan mental agar dapat berdaya saing usai lulus merupakan kemampuan yang didapatkan, selain tentunya kemampuan teori dan praktik di dunia kerja.
 
“Ini pengalaman baru dan sangat berharga bagi saya, karena saya belajar banyak hal, bukan sekadar praktik saja tapi diajarkan seluruh perusahaan Casio, dari engineering , produksi, sistematika perusahaan, bagaimana merencanakan barang hingga dipasarkan barang tadi,” papar Fahri.
 
Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud RI) di Thailand, Mustari mengungkapkan, program magang di luar negeri memang dibutuhkan siswa Indonesia untuk meningkatkan daya saing di dunia internasional. Khusus untuk Thailand, Atdikbud Mustari mengatakan, siswa Indonesia memiliki minat yang tinggi untuk mengikuti pemagangan, khususnya bidang pariwisata.
 
“Siswa Indonesia banyak yang belajar di Thailand, magang, ada dari perguruan tinggi, pelatihan, siswa sekolah menengah kejuruan,” imbuhnya.
 
Penyiapan kemampuan lulusan SMK merupakan fokus perhatian dari program revitalisasi SMK. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK yang mengamanatkan agar SMK mampu mencetak SDM andal yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri.
 
Program magang siswa SMK Indonesia, kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Casio Computer, Co. Ltd. telah memasuki bulan kedua. Sesuai jadwal, program ini berlangsung selama tiga bulan yaitu Oktober-Desember 2019.
 
Peserta kegiatan ini berasal dari 10 SMK dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan kompetensi yang dibutuhkan meliputi Kompetensi Keahlian Teknik Otomasi Industri, Teknik Permesinan, Teknik Mekanik Industri, Teknik Instrumentasi Otomatisasi Proses, Teknik Pengendalian Produksi, Teknik Mekatronika, dan Teknik Elektronika Industri. Peserta berasal dari kelas XI bagi program SMK tiga tahun dan kelas XII bagi program SMK empat tahun.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif